Sudah Melakukan Perencanaan Keuangan ?

imageMengapa setiap keluarga harus memiliki perencanaan keuangan ?  Setiap keluarga pasti memiliki cita-cita, memiliki sesuatu yang ingin dituju. Misalnya, untuk pasangan yang baru menikah ingin segera memiliki rumahi idaman. Para orang tua ingin menyekolahkan anaknya setinggi mungkin supaya kelak bisa mandiri. Ingin hidup sejahtera hingga tua nanti. Tentunya masing-masing keluarga memiliki tujuan-tujuan lain yang mungkin berbeda satu dengan lainnya.

Dengan banyaknya ketidakpastian dalam kehidupan ini, belum lagi biaya hidup yang semakin hari semakin tinggi maka perlu STRATEGI keuangan yang tepat agar tujuan-tujuan keuangan yang kita inginkan itu bisa tercapai. Strategi itu adalah dengan melakukan  perencanaan keuangan yang tepat dengan komitment sepenuh hati untuk menjalankannya .

Yang tidak kalah penting, kita harus melakukan perencanaan keuangan ini secepat mungkin. Satu aset yang sangat berharga yang tidak bisa kita dapatkan kembali adalah WAKTU. Ketika kita terlambat (sudah lewat) maka mempersiapkan keuangan dan investasi yang kita lakukan akan semakin berat dan besar.

Apa saja yang harus disiapkan ? Ibarat membuat suatu bangunan, perencanaan keuangan yang komprehensif memerlukan PONDASI yang kokoh sebelum kita membangun bagian atas dari bangunan itu.

  1. Dana darurat.

Dana darurat adalah dana yang siap digunakan untuk keperluan darurat seperti masuk rumah sakit atau membantu keluarga. Dana darurat bisa digunakan untuk keperluan pemenuhan tujuan finansial jika investasi tidak mencapai hasil maksimal, juga untuk  keperluan pemenuhan biaya hidup jika tidak bekerja/tidak memiliki penghasilan untuk sementara waktu. Jika dana darurat ini terpakai untuk keperluan-keperluan tadi, maka dana darurat ini harus diisi kembali sehingga tetap dalam jumlah yang ideal.

Berapa jumlah ideal dana darurat?

Untuk yang masih lajang/belum menikah 4x pengeluaran bulanan, pasangan tanpa anak 6x pengeluaran bulanan, memiliki 1 anak 9 x pengeluaran bulanan, memliki 2 anak atau lebih 12x pengeluaran bulanan, pensiunan 12x pengeluaran bulanan, pekerja freelance (pekerja seni/artis) atau selfemployee (mis dokter, pengacara) 12x pengeluaran bulanan.

Pastikan dana darurat menjadi prioritas utama dalam perencanaan keuangan anda. Pencapaian dana darurat dapat dilakukan dalam 1-3 tahun mendatang. Simpan dana darurat dalambentuk yang likuid dan beresiko rendah

  1. Dana Pendidikan

Dana Pendidikan selalu menjadi tujuan finansial bagi para orang tua. Besarnya biaya pendidiikan dipengaruhi oleh visi orang tua saat memilih sekolah untk anak-anaknya. Lakukan survey ke sekolah-sekolah yang akan dituju agar mengetahui data biaya sekolah. Kenaikan biaya pendidikan diperkirakan 20 %/thn (untuk TK-SMA swasta di Jakarta, sedangkan biaya perguruan tinggi (S1) swasta di jakarta 15% per tahun.

Tentang bagaimana mempersiapkan Dana Pendidikan bisa juga di baca di sini

  1. Dana Pensiun

Jangan mengandalkan dana pensiun yang tersedia di kantor. Jumlah dana pensiun dari kantor ini tidak dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda. Saat menyusun rencana dana pensiun, harus diperhitungkan gaya hidup yang anda inginkan dan inflasi yang harus dihadapi.  Jangan menunda persiapan pensiun anda. Semakin muda anda memulai dana pensiun, semakin kecil komitmen investasi yang perlu anda siapkan untuk dana pensiun

Tentang bagaimana mempersiapkan Dana Pensiun bisa juga dibaca di sini

  1. Proteksi

Proteksi adalah bagian penting dalam sebuah rencana keuangan. ADA 4 KONDISI YANG PERLU ANDA PASTIKAN MEMILIKI PROTEKSI YAITU: a. saat kehilangan penghasilan karena pemberi nafkah utama meninggal dunia, b. saat mengalami sakit, c. saat tidak dapat bekerja lagi karena kecelakaaan berat,d. saat tidak dapat bekerja lagi karena penyakit kritis.

Fungsi asuransi adalah sebagai proteksi nilai finansial anda jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Jika terjadi meninggal dunia, kecelakaan berat ataupun terkena penyakit kritis  pada pemberi nakah utama keluarga, akan keluar sejumlah dana berupa uang pertanggungan dari polis asuransi jiwa. Para beneficeary (ahli waris) memiliki pengetahuan cukup untuk menempatkan uang pertanggungan ini ke dalam sebuah produk keuangan/investasi. Saat uang pertanggungan ini keluar, para beneficeary (ahli waris) akan menempatkan dana pada sebuah produk yang memberikan hasil investasi sedemikian rupa sehingga dapat menggantikan penghasilan bulanan pemberi nafkah utama yang telah meninggal dunia. Sehingga musibah apapun yang terjadi pada pencari nakah, keluarga yang ditinggalkan masih tetap bisa melanjutkan hidup,  persiapan dana pendidikan anak-anak masih tetap bisa dilakukan sehingga kepastian anak-anak untuk melanjutkan pendidikan lebih terjamin, rencana dana pensiun untuk pasangan yang ditinggalkan juga bisa terus dilanjutkan. Perencanaan proteksi adalah bukti cinta anda kepada keluarga.

Satu yang terpenting : Melindungi Penghasilan Keluarga

Leave a Reply