Panduan Cara Membandingkan Produk Asuransi Unitlink

Ketika anda tengah mencari asuransi, mungkin anda membutuhkan perbandingan antara satu produk asuransi dengan produk lainnya dari perusahaan yang berbeda, sebelum memutuskan mau memilih yang mana.

Artikel ini memberikan panduan mengenai cara membandingkan produk asuransi jenis unit-link. Secara umum, perbandingan produk unit-link dapat dilakukan dengan melihat 4 aspek, yaitu besaran premi dan manfaat, proyeksi nilai investasi, biaya-biaya polis, dan fitur manfaat asuransi secara detail.

  1. Besaran Premi dan Manfaat Asuransi

Berapa premi dan berapa manfaat asuransinya, inilah hal pertama yang paling mudah dilihat ketika membandingkan ilustrasi produk unit-link. Misalnya, dengan premi 1 juta per bulan, manfaatnya apa saja, UP atau uang pertanggungan jiwanya berapa, UP kecelakaan berapa, UP cacat tetap total berapa, UP sakit kritis berapa, rawat inap rumah sakit plan kamar berapa, ada manfaat bebas premi atau tidak, dan sebagainya.

Dalam membandingkan beberapa produk, manfaat asuransinya harus sejenis supaya bisa dibandingkan. Jika di ilustrasi unit-link A ada manfaat UP jiwa, kecelakaan, cacat tetap total, penyakit kritis, dan pembebasan premi, maka di ilustrasi unit-link B dan C dan D pun sama. Jika di unit-link A ditawarkan manfaat rumah sakit, maka di ilustrasi lain pun serupa. Jika di proposal A ada manfaat rawat inap, lalu anda membandingkan dengan proposal B yang tidak ada manfaat rawat inap, maka itu perbandingan yang tidak setara.

Tentunya setiap orang akan cenderung memilih produk yang memberikan manfaat asuransi lebih besar dengan premi yang sama, atau premi yang lebih rendah dengan manfaat yang sama.

Beberapa contoh ilustrasi premi dan manfaat unit-link dapat diilihat di SINI.

  1. Proyeksi Nilai Investasi

Proyeksi nilai investasi perlu dilihat ketika anda membandingkan ilustrasi unit-link. Jika premi dan manfaat asuransinya sama, lihat juga berapa nilai investasinya. Dalam membandingkan nilai investasi, asumsi return investasi yang digunakan harus sama, misalnya sama-sama 5%, 10%, 15%, atau 18%.

Misalnya, anda mendapatkan ilustrasi dengan setoran premi sama-sama 1 juta per bulan, manfaat asuransi sama (contohnya: UP jiwa 500 juta, UP sakit kritis 500 juta, UP kecelakaan 500 juta, UP cacat tetap total 500 juta, dan ada pembebasan premi), maka bandingkan pula nilai investasinya dengan asumsi investasi yang sama. Pada tahun ke-5 nilai investasinya berapa, tahun ke-10 berapa, dan seterusnya. Tentunya jika manfaat asuransi sama, orang cenderung akan memilih yang nilai investasinya lebih besar.

Seringkali antara satu proposal dengan proposal lain tidak menggunakan asumsi yang sama, maka mintalah agen anda untuk membuatkan proposal lagi menggunakan asumsi yang anda inginkan, misalnya dengan mengganti jenis dana.

  1. Biaya-Biaya Polis

Premi dan manfaat serta proyeksi nilai investasi adalah perbandingan dari sisi permukaan. Lebih dalam lagi, anda juga disarankan memperhatikan biaya-biaya polis yang dikenakan. Biaya-biaya polis unit-link pada umumnya meliputi biaya akuisisi, biaya asuransi (atau tabarru dalam asuransi syariah), biaya administrasi, biaya pengelolaan investasi, dan biaya top up atau selisih harga jual-beli unit. Yang paling perlu diperhatikan adalah biaya akuisisi dan biaya asuransi. Biaya administrasi pun dapat dipertimbangkan, selebihnya perbedaannya tidak signifikan.

Biaya-biaya polis ini biasanya dicantumkan di proposal unit-link, tapi tidak semua unit-link menuliskannya secara lengkap. Untuk yang tidak lengkap ini, anda bisa menanyakannya kepada agen.

Proposal unit-link dari Allianz, yaitu Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus), termasuk yang tidak mencantumkan biaya-biaya polis secara lengkap. Jadi biar saya tuliskan di sini:

  1. Biaya akuisisi: Tahun 1: 75%, Tahun 2: 40%, Tahun 3: 15%, Tahun 4: 7,5%, Tahun 5: 7,5%, Tahun 6 dan seterusnya: 0%. Total: 145% dihitung dari premi dasar.
  2. Biaya asuransi (tabarru): Tergantung manfaat, besarnya UP, jenis kelamin, dan usia. Biaya asuransi tahun pertama dicantumkan di proposal halaman 1.
  3. Biaya administrasi: 26.500 per bulan.
  4. Biaya pengelolaan investasi: 2% per tahun (untuk equity fund)
  5. Selisih harga jual-beli unit (di tempat lain dapat disetarakan dengan biaya top up): 5%

Dengan bekal informasi ini, silakan anda cek di polis atau ilustrasi unit-link anda berapa biaya-biayanya. Tentunya semakin rendah struktur biaya, semakin menguntungkan bagi nasabah.

  1. Fitur Manfaat Asuransi secara Detail

Lebih ke dalam lagi, dan ini yang paling penting, adalah fitur dari manfaat asuransi yang diambil. Bagaimana pun, kita mencari asuransi untuk mendapatkan manfaat proteksi. Idealnya kita mendapatkan manfaat proteksi yang bagus dengan premi yang murah. Tapi ketersediaan produk di pasaran tidak selalu sesuai keinginan kita, dan tidak ada produk unit-link yang unggul atau terbaik dalam segala hal.

Mungkin saja di proposal A, UP-nya lebih besar dari proposal B, tapi untuk detail manfaatnya anda lebih setuju dengan proposal B. Mungkin sama-sama memberikan manfaat proteksi penyakit kritis, tapi fitur-fiturnya tentu ada perbedaan. Sama-sama manfaat rawat inap, rincian manfaatnya tentu berbeda. Bahkan sama-sama manfaat dasar pun bisa memiliki perbedaan yang signifikan. Ada manfaat dasar yang murni menanggung risiko meninggal dunia, ada manfaat dasar yang menanggung risiko meninggal dunia ATAU cacat tetap total.

Fitur manfaat secara detail ini tidak akan semuanya dicantumkan di proposal. Oleh karena itu, sebaiknya anda meminta lihat contoh polisnya. Tapi dari pengalaman saya beberapa kali memperlihatkan contoh polis kepada calon nasabah yang meminta, umumnya contoh polis tersebut didiamkan saja tanpa dibaca, atau dibaca tapi kurang dipahami. Jadi tetap lebih praktis jika anda menanyakannya secara langsung kepada agen melalui diskusi yang lebih mendalam.

Di bagian ini saya menyodorkan panduan dasar mengenai hal-hal yang dapat anda diskusikan dengan calon agen anda mengenai fitur manfaat asuransi yang lazim ditawarkan produk unit-link. Panduan ini meliputi manfaat dasar, rider penyakit kritis, rider kecelakaan, rider cacat tetap total, rider bebas premi, dan rider rawat inap.

Manfaat Dasar

Manfaat dasar unit-link biasanya memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia. Masa perlindungan biasanya hingga seumur hidup (sampai usia 99 atau 100 tahun). Ini yang ada di unit-link pada umumnya.

Tapi ada juga unit-link yang manfaat dasarnya bukan hanya meninggal dunia, melainkan digabung dengan risiko cacat tetap total (CTT, TPD). Apa artinya? Jika tertanggung menderita cacat tetap total, maka polis berakhir walaupun tertanggung belum meninggal dunia. Dengan berakhirnya polis, maka berakhir pulalah manfaat-manfaat lainnya seperti rawat inap, penyakit kritis, kecelakaan, dan bebas setor.

Ada pula unit-link yang masa perlindungan manfaat dasarnya tidak sampai usia 100 tahun, tapi sampai 75 atau 80 tahun.

Jangan lupa, bandingkan pula biaya asuransinya (tabarru) untuk usia dan UP yang sama. Misal: berapa biaya asuransi untuk UP 1 miliar, pria usia 30 tahun.

Rider Penyakit Kritis

Secara umum, rider penyakit kritis dibedakan menjadi rider yang menanggung penyakit kritis tahap akhir saja (advanced stage), dan rider yang menanggung penyakit kritis sejak tahap awal (early stage). Tentunya rider penyakit kritis yang menanggung sejak tahap awal akan lebih mahal biayanya dibanding rider penyakit kritis yang menanggung tahap akhir saja. Rider penyakit kritis juga dibedakan berdasarkan klaimnya, ada yang mengurangi UP dasar dan ada yang tidak mengurangi.

Lebih lengkap lagi, dalam membandingkan manfaat penyakit kritis antara satu produk dengan produk lain, ada beberapa aspek yang perlu dicermati, antara lain: jumlah kondisi atau penyakit yang ditanggung, masa berlaku proteksi, menanggung sejak tahap awal atau hanya tahap akhir, klaimnya mengurangi UP dasar atau tidak, ada syarat survival period (masa bertahan hidup) atau tidak, kalau ada berapa hari masa survival periodnya, dan biaya asuransinya.

Di Tapro Allianz ada 3 jenis rider penyakit kritis, yaitu CI accerated, CI+, dan CI100. Perbedaannya bisa dilihat di tabel berikut. Semoga bisa menjadi bahan perbandingan dengan manfaat sejenis dari ilustrasi lain.

Aspek Perbandingan CI Accelerated CI+ CI100
Jumlah penyakit/ kondisi 49 penyakit kritis 49 penyakit kritis 100 kondisi penyakit kritis
Tahap penyakit/ kondisi Tahap lanjut (advanced) Tahap lanjut (advanced) Sejak tahap awal (early stage), menengah, lanjut, dan terparah.
Mengurangi/ tidak mengurangi UP dasar Klaim mengurangi UP jiwa dasar Klaim tidak mengurangi UP jiwa dasar Klaim tidak mengurangi UP jiwa dasar
Usia masuk 1 sd 64 tahun 1 sd 64 tahun 5 sd 70 tahun
Masa perlindungan Sd usia 85 tahun Sd usia 70 tahun Sd usia 100 tahun
Survival period Tanpa survival period Tanpa survival period Survival period 7 hari
Biaya asuransi Lebih murah Sedang Lebih mahal

Rider Kecelakaan (Personal Accident)

Secara umum, rider kecelakaan menanggung manfaat meninggal dunia atau cacat karena kecelakaan. Ada unit-link yang menambahkan pada rider ini manfaat santunan jika dirawat karena kecelakaan. Selebihnya tidak banyak perbedaan detail dalam rider ini antara satu unit-link dengan unit-link lain. Jadi, jika ingin membandingkan, cukup dilihat biaya asuransinya saja dan masa perlindungannya. Biaya asuransi pada rider kecelakaan bersifat tetap (flat), tidak dipengaruhi usia. Yang membedakan adalah kelas risiko pekerjaan.

Di Tapro Allianz, hanya tersedia satu rider kecelakaan, yaitu ADDB (Accident Death and Disability Benefit). Manfaatnya memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia atau cacat tetap karena kecelakaan, dengan masa perlindungan sampai tertanggung berusia 65 tahun.

Perbedaan kecil biasanya terdapat pada persentase cacat. Keterangan lengkap tentang ADDB Allianz termasuk persentase cacat, bisa dilihat di ADDB.

Rider Cacat Tetap Total (TPD)

Sebagian besar unit-link memiliki rider cacat tetap total atau TPD (Total Permanent Disability). Tapi ada juga yang tidak, dan menjadikan rider ini bagian dari manfaat dasar seperti dijelaskan di atas. Tidak banyak perbedaan detail dalam rider ini antara satu unit-link dengan unit-link lain. Jadi, jika ingin membandingkan, cukup dilihat biaya asuransinya saja dan masa perlindungannya.

Di Tapro Allianz, Rider TPD memberikan uang pertanggungan jika tertanggung mengalami cacat tetap total, baik karena sakit atau kecelakaan. Masa perlindungan sampai tertanggung berusia 65 tahun. Pengertian cacat tetap total ialah kehilangan fungsi secara permanen pada dua anggota gerak dan penglihatan, yaitu dua tangan, dua kaki, dua mata, atau kombinasi dari ketiganya. Rider ini juga memberikan perlindungan jika tertanggung mengalami kemandirian hidup, dengan kriteria tidak bisa melakukan 3 dari 5 aktivitas dasar sehari-hari. Klaim rider TPD ada yang mengurangi UP dasar, ada juga yang tidak mengurangi UP dasar.

Selengkapnya mengenai TPD, bisa dilihat di SINI.

Rider Bebas Premi

Rider bebas premi, sesuai namanya, memberikan manfaat dibayarkannya premi oleh perusahaan asuransi jika pemegang polis mengalami suatu risiko yang ditanggung.

Variasi dalam rider ini antara lain: jenis risiko yang menjadikan bebas setor premi, masa perlindungan, dan tentunya biaya asuransi.

Bicara jenis risiko yang menjadikan bebas premi, pada umumnya menanggung risiko penyakit kritis atau cacat tetap total. Tapi ada juga yang menanggung bebas premi karena risiko penyakit kritis saja, tanpa cacat tetap total, karena kalau cacat tetap total polis berakhir.

Jika pemegang polis berbeda dengan tertanggung, manfaat bebas premi juga bisa ditambahkan dengan risiko meninggal dunia. Misalnya jika tertanggung anak, pemegang polis ayah, maka bisa ditambahkan rider bebas premi dari risiko si ayah meninggal dunia.

Rider ini juga bisa ditambahkan untuk pasangan pemegang polis (Spouse Payor).

Di Tapro Allianz, rider bebas premi karena sakit kritis atau cacat tetap total disebut Payor Benefit, berlaku sampai pemegang polis berusia 65 tahun. Kemudian rider bebas premi karena meninggal dunia disebut Payor Protection, masa berlaku sd pemegang polis seolah-olah berusia 65 tahun. Selengkapnya bisa dibaca di SINI.

Rider Rawat Inap

Rider rawat inap secara umum ada dua jenis, yaitu yang klaimnya bersifat cashless dan bersifat reimburse. Rider rawat inap cashless disebut juga asuransi kesehatan, sedangkan yang reimburse biasanya berupa santunan harian.

Untuk rider rawat inap cashless, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membandingkan produk, antara lain: apakah klaimnya sesuai tagihan atau ada plafonnya tiap manfaat, berapa limit tahunan, rincian manfaatnya apa saja, manfaat tambahannya apa saja (kemoterapi, cuci darah, dll), dan berapa biaya asuransinya.

Di Tapro Allianz, rider rawat inap cashless disebut HSC+ (Hospital and Surgical Care +). Fitur standar menyediakan fasilitas kartu cashless, ada plafon tiap manfaat (inner limit), tidak ada limit tahunan, dan menyediakan tambahan manfaat untuk kemoterapi, cuci darah, dan fisioterapi. Selengkapnya mengenai produk dan pilihan produk asuransi kesehatan lainnya, bisa dilihat di artikel Beberapa Pilihan Asuransi Kesehatan dari Allianz“.

 

sumber : myallisya

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s