Sharing pengalaman Berinvestasi Melalui Reksadana

Investasi dan asuransi merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam proses perencanaan keuangan. Ada banyak instrumen investasi diluar sana yang bisa dijadikan alat/kendaraan yang bisa mengantar kita mencapai tujuan keuangan di masa depan. Tentunya jangan lupa untuk memiliki Back Up Plan dengan asuransi, dengan Tapro Allisya Protection Plus. Kali ini saya ingin share pengalaman saya berinvestasi di reksadana.

Pertama kali mendengar tentang Reksadana mungkin sekitar tahun 2010 an.  Saya belajar tentang investasi itu mulai dari nol. Seiring dengan keinginan untuk bisa  mengatur keuangan lebih baik, saya mulai belajar sedikit demi sedikit tentang berbagai instrumen investasi, salah satunya Reksadana ini.

Reksadana adalah salah satu kendaraan yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan keuangan. Kelebihannya : kita bisa memulai investasi reksadana dengan nominal yang cukup ringan. Investasinya juga cukup mudah. Bisa dicairkan kapan saja (tapi tidak dianjurkan yaa… pokoknya kalau udah masuk rekening reksadana segeralah lupakan… hehehe).

Investasi di Reksadana menjanjikan imbal hasil sangat besar dengan modal investasi ratusan ribu…Kalau dipikir-pikir saya menabung di bank dengan bunga hanya 4 % per tahun belum dipotong pajak bunga 20%. Tentu tidak berimbang dengan inflasi tiap tahun.

Reksadana adalah suatu wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio efek oleh Manajer Investasi yang telah mendapat ijin dari Bapepam atau sekarang Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat 27). Sebelum memilih reksadana apa yang tepat, kita harus menentukan beberapa hal:

  1.     Apa tujuan investasi
  2.     Berapa lama jangka waktu investasi
  3. ·   Berapa dana yang dibutuhkan dan berapa dana yang harus kita investasikan setiap periode

Misalnya, tujuan saya ikut reksadana adalah untuk biaya pendidikan anak jenjang pendidikan S1 sebesar 100 juta (biaya sekarang) waktunya 6 tahun lagi. Dari data itu, kita bisa menentukan berapa dana yang harus kita investasikan dan pilihan jenis reksadananya.

Untuk mencari berapa banyak modal yang perlu kita investasikan, saya biasanya  memanfatkan kalkulator Investasi di mandiri investasi dari Bank Mandiri di sini.

Contoh perhitungan kebutuhan

Nilai Rp. 100.000.000 sekarang,  6 tahun lagi akan menjadi Rp. 244.492.026 (asumsi kenaikan dana pendidikan 20%/thn).

image

Maka untuk mencapai target dana itu, saya harus investasi di RD saham sebesar Rp 2.088.396/bln (installment) atau Rp. 99.999.999 (lumpsump)

image

Info produk reksadana yang bisa kita pilih bisa dilihat salah satunya di www.infovesta.com

image

Pertimbangkan : syariah/nonsyariah, kinerja reksadana, berapa besar dana kelolaan (semakin besar semakin baik), usia reksadana minimal 3 tahun, Manager Investasi nya harus yang terpercaya. Jangan lupa untuk membaca prospektus reksadana nya.

Supaya mereview perkembangan dana investasinya lebih mudah, saran saya satu reksadana untuk satu tujuan keuangan saja.Jika target dana sudah tercapai, segera pindahkan dananya ke instrumen investasi yang lebih low risk, misalnya deposito atau tabungan.

JENIS REKSADANA

Beberapa jenis reksadana yang bisa kita pilih

1.Reksadana Pasar uang

Reksadana ini yang paling rendah risiko dan returnnya. Return nya hampir sama dengan bunga deposito. Uang yang ada di reksadana ini akan diinvestasikan pada surat utang jangka pendek dan deposito. Reksadana ini cocok untuk investasi jangka pendek < 1 tahun.

2.Reksadana pendapatan tetap

Reksadana ini risiko dan returnnya lebih tinggi dari reksadana pasar uang. Modal pada reksadana ini dinvestasikan untuk surat utang/obligasi jangka menegah – panjang. Reksadana ini cocok untuk investasi jangka 1-3 tahun.

3. Reksadana Campuran

Yang ini risiko dan return nya menengah.  Reksadana ini diinvestasikan di obligasi dan di pasar saham, jadi 50-50. Jangka waktu reksadana ini 3-5 tahun

4.Reksadana Saham

Reksadana saham hampir semua uangnya diinvestasikan ke dalam berbagai macam saham. Reksadana ini  high risk high return. Biasanya investasi yang jangka lama > 5 tahun atau ada yang bilang > 10 tahun.

ISTILAH DI REKSADANA

Perlu dipahami juga istilah-istilah dalam reksadana:

  1. NAB = nilai aktiva bersih adalah nilai investasi harian dari reksadana (RD). Di reksadana kita tidak mengenal harga jual dan harga beli kayak valas dan emas. Jadi kalo kita mau beli yang patokan nilainya pake NAB itu dan kita mau jual yang pake itu juga
  2. Return = selisih nilai reksadana dengan nilai RD saat kita beli. Misalnya sekarang 1 unit reksadana A harga 1400, dulu 2 tahun yang lalu kita beli 1 unit  RD A seharga 1000. Jadi return yang kita dapat 400 rupiah. Dan biasanya return diwujudkan dalam persen jadi selama 2 tahun itu return RD A 40%. Return itu kita dapetin kalau kita jual reksadananya. Jadi return itu bukan masuk ke rekening kita setiap bulan kayak bunga bank. Untuk return masing-masing jenis reksadana beragam, tergantung iklim perekonomian dan harga IHSG.

KEUNTUNGAN

  1. Likuditas tinggi. Reksadana dapat dicairkan sewaktu-waktu, kita hanya tinggal melakukan redemption atau penjualan kembali. Harga jualnya akan disesuaikan dengan NAB hari itu. Namun, perlu diinget, uang redeem ini akan sampe ke rekening kita 2-7 hari setelah proses. Karena butuh waktu pemrosesan, dana  emergency atau untuk kebutuhan tak terduga sebaikkan diletakkan di bank saja. Selain itu, pada beberapa manajer investasi (MI), saat proses redeem kita perlu mengirim surat penjualan via pos, dan ada pula yang harus menghadap MI
  2. Dapat mulai investasi dengan dana kecil. Dengan uang mulai 100.000 kita bisa mulai membeli reksadana jenis tertentu.
  3. Diversifikasi investasi. Hal ini berarti modal yang kita tanam disebarkan ke beberapa sektor saham. Kalo 1 sektor saham nilainya turun belum tentu sektor yang lain ikutan turun bisa jadi malah naik, sehingga kerugian kita bisa dicover.

RISIKO

Semua investasi pasti berisiko. Risiko dari reksadana sediri adalah:

  1. Investasinya tidak dijamin oleh bank karena merupakan bentuk instrument pasar modal. Jadi misalnya kita beli reksadana A 1000 unit seharga 1000/unit. Saat ini NAB reksadana turun jadi 500/unit. Kerugian itu kita yang nanggung…klo sekarang NAB nya 0 yaaa berarti uang 1jt yg kita belikan RD itu hilang melayang, tp kita masih punya 1000 unit RD A yang bisa jadi NAB nya beberapa bulan kemudian bisa melesat tajam.
  2. Return fluktuatif. Tingkat return reksadana tidak dapat dijamin, hal ini tergantung kondisi pasar modal dan perekonomian Indonesia dan Internasional. Kalau ada promosi investasi reksadana dengan fixed rate berapa persen/bulan itu perlu diwaspadai. Jangan sampe kita tertipu dengan investasi bodong.
  3. Karena kita juga perlu membayar manajer investasinya. Biaya ini berupa biaya pembelian, biaya penjualan, biaya pengalihan, biaya managemen, dan biaya custodian. Biaya manajemen dan biaya custodian itu langsung diambil dari nilai reksadananya jadi kita tak perlu pikir banyak. Ada beberapa reksadana yang tidak membebankan biaya pembelian dan penjualan pada nasabahnya sehingga kita perlu cermati.

langkah Awal Berinvestasi Reksadana 

Pertama kali mencoba reksadana itu di Bank Ma**ir*, Reksadana Syariah yang saya beli ternyata tidak memberikan imbal hasil yang saya harapkan, akhirnya reksadananya saya reedem (saya jual)

Kemudian saya memilih Com**nwe**th Bank sebagai tempat saya membeli reksadana. Bank ini seperti supermarket reksadana. Banyak sekali pilihan reksadananya.

Saya datang ke Bank Co**onw**lth terdekat. Bertemu dengan CS nya, kemudian  Saya mengutarakan keinginan untuk membeli reksadana,

Syarat membuka rekening tabungan  di Co**bank cukup simple hanya KTP. Sedangkan untuk membuka rekening reksadana perlu NPWP, KTP, dan Kartu Keluarga. namun saya belum punya NPWP. Ternyata hal tersebut tidak jadi masalah karena bisa memakai NPWP suami (jika istri tidak bekerja).

Untuk membeli reksadana, saya diharuskan untuk membuka rekening tabungan  sekaligus rekening reksadana di Commbank. Biaya membuka rekening gratis, biaya materai Rp.12 rb (1 untuk membuka tabungan 1 untuk membuka rekening reksadana). Setiap bulan dikenakan biaya administrasi Rp 7.500. Ketika membuka rekening, kita akan dapat buku tabungan, atm, dan token Comm access yang bisa digunakan untuk internet banking.

Setelah membuka rekening tabungan. Saatnya memilih reksadana yang ingin di beli. Ketika memutuskan akan membeli reksadana, pastikan kita mengetahui prospektus reksadana dan fund fact sheet dari produk reksadana yang akan kita beli.

Sebelumnya, Saya diminta mengisi kuesioner profil risiko. Dari profil risiko ini, kita akan tau kita masuk profil yang mana, apakah defensive, moderat, balance, growth, atau high growth. Profil risiko ini hanya sebagai sarana pendukung saja, pemilihan produk sepenuhnya diserahkan kepada pelanggan. Saya diberi lampiran kinerja reksadana yang mereka miliki, fund fact sheet reksadana incaran, dan tabel biaya reksadana. Saya memilih Reksadana Syariah dengan kinerja bagus. Saya membeli reksadana BNP Pari**s P** ona Syariah dan Ma***ife Sya***h Sek***al Am***h.

Di Co***nwealth Bank juga ada fasilitas autoinvest. Autoinvest itu pembelian reksadana secara berkala yang modalnya didebet secara otomatis dari rekening kita setiap bulan. Ini membuat kita lebih teratur dalam berinvestasi. Kerugiannya, kadang ketika jatuh tempo, kita harus membeli reksadana saat NAB nya lagi tinggi. Cara pembelian reksadana yang lain adalah lump sum, kalo cara ini kita membeli RD sesuai keinginan kita.  Keuntungannya, kita bisa membeli RD saat NAB nya turun dan membeli RD secara online di Commbank mendapat diskon biaya pembelian 50%. Kerugian metode ini adalah jumlah minimal setiap pembeliannya besar. Jika kita ikut program autoinvest kita tetap bisa membeli reksadana dengan lump sum.

Next..saya akan share cara review kinerja reksadananya ya..

 

Baca Juga:

Sharing Pengalaman Mencari Produk Asuransi Termlife Syariah

355 Rb Dapat Uang Pertanggungan 1 Milyar, Mau ?

Mana yang Lebih Prioritas, Asuransi atau Reksadana ?

 

Advertisements

One thought on “Sharing pengalaman Berinvestasi Melalui Reksadana

  1. Pingback: Siapkan Dana Pendidikan Anak, Yuk? | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Syariah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s