Mengenal Meningitis, Penyakit yang Diduga Diderita Olga Syahputra

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia

Sabtu, 28/03/2015 16:23 WIB

image

 

Jakarta, CNN Indonesia — Kepergian komedian Olga Syahputra meninggalkan duka bagi semua sahabat, kerabat dan fans-fansnya. Tak ada yang menyangka Olga akan pergi, terutama setelah kondisinya dikabarkan membaik.
Sebelum meninggal, Olga memang sempat beberapa kali dirawat di rumah sakit. Terakhir, ia dirawat di rumah sakit Mount Elizabeth, Singapura. Olga didiagnosis menderita meningitis.

Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. Kesatuan kedua bagian ini disebabkan oleh meningen. Tak jarang penyakit ini bisa menyebabkan kematian karena peradangan di otak dan sumsum tulang belakang.

Gejala meningitis

Sama seperti jenis penyakit lainnya, meningitis juga menimbulkan berbagai gejala penyakit. Namun, penyakit ini seringkali memiliki gejala yang sama dengan penyakit lainnya. Gejala meningitis memiliki kemiripan dengan gejala sakit flu.

Gejala-gejala awal penyakit ini ditandai dengan sakit kepala yang hebat. Namun serangan sakit kepala ini berbeda dengan sakit kepala pada umumnya.  Dalam kasus penyakit yang diderita Olga, komedian ini memang sering terserang sakit kepala yang hebat. Dalam tayangan televisi yang mengabarkan berita sakitnya Olga beberapa waktu lalu, komedian ini bahkan sampai menangis saat tak sanggup menahan sakit di kepalanya.

Selain itu, penyakit ini juga menyebabkan leher kaku dan disertai demam, ketidaksadaran, kepekaan terhadap cahaya (fotofobi), kepekaan terhadap suara keras (fonofobia). Penderita penyakit ini juga sering mengalami kebingungan serta muntah-muntah.

Penyebab

Peradangan ini bisa disebabkan oleh berbagai patogen (penyebab penyakit) di antaranya, virus, bakteri, mikroorganisme lainnya. Namun penyebab meningitis yang paling umum adalah bakteri. Bakteri ini menginfeksi ketika mereka sudah masuk ke dalam peredaran darah dan bermigrasi ke otak dan saraf spinal.

Dalam beberapa kasus, bakteri penyebab meningitis ini juga menginfeksi langsung ke bagian meninges. Masuknya bakteri ini disebabkan oleh adanya infeksi sinus atau infeksi telinga, fraktur di tengkorak, atau operasi.

Ada beberapa bakteri yang jadi biang keladi dari penyakit ini. Antara lain Streptococcus pneumoniae, Neisseria meningitidis, Haemophilus influenzae, Listeria monocytogenes. Sedangkan virus yang bertanggung jawab untuk atas serangan penyakit ini adalah enterovirus, virus herpes simpleks tipe 2, virus Varicella zoster, paromiksovirus, dan HIV.

Penyakit ini bisa dicegah dengan berbagai cara, misalnya vaksinasi, antibiotik dan juga perubahan gaya hidup.

Risiko infeksi bisa diturunkan dengan cara mengubah perilaku yang bisa menularkan, atau kontak fisik. Meningitis bakteri dan virus akan menular melalui pernapasan selama kontak fisik, misalnya ciuman, bersin atau batuk. Hanya saja, penyebaran penyakitnya tidak seperti flu. Meningitis karena bakteri dan virus tak menular hanya karena menghirup udara yang sama dengan penderita.

Peningkatan risiko

Dikutip dari berbagai sumber, risiko meningitis bisa meningkat karena beberapa hal. Beberapa di antaranya adalah karena melewatkan vaksinasi dan usia. Meningitis karena bakteri biasanya menginfeksi orang yang berusia di bawah 20 tahun. Terutama mereka yang hidup dalam kelompok, misalnya di asrama, pendidikan militer dan lainnya.

Perempuan yang hamil juga berisiko lebih tinggi terserang meningitis. Ketika sang ibu terserang meningitis, anak yang dilahirkan pun berisiko untuk terserang penyakit yang sama. Kemungkinan lain yang meningkatkan risiko serangan meningitis adalah karena penurunan imun tubuh.

Biasanya penurunan imunitas tubuh ini disebabkan karena penggunaan obatimmunosuppressant, alkohol. Penderita HIV dan diabetes juga berisiko lebih tinggi terserang meningitis.

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150328162321-255-42579/mengenal-meningitis-penyakit-yang-diduga-diderita-olga/

Meningitis Bakteri merupakan salah satu dari penyakit/kondisi kritis yang dicover oleh rider CI 100, CI+ dan CI.

kondisi Early Critical Illness (Early CI 100)

Meningitis Bakteri dengan penyembuhan total

Infeksi bakteri yang menyebabkan radang berat pada selaput otak atau syaraf tulang belakang yang memerlukan rawat inap. Diagnosis ini harus didukung dengan :

– Adanya infeksi bakteri pada cairan serebrospinal melalui pemeriksaan fungsi lumbal.

-Diagnosa ditegakkan oleh dokter spesialis syaraf

meningitis bakteri disertai infeksi HIV dikecualikan

Advance Level Critical Illness (Advance CI)

Meningitis bakteri yang menimbulkan peradangan selaput otak atau sumsum tulang belakang sehingga terjadinya ketidak mampuan neurologis yang permanen dan berlangsung paling sedikit 6 minggu. Dimana diagnosanya harus dikonfirmasi oleh dokter ahli syaraf, dan didapatkan adanya infeksi bakteri di dalam cairan otak yang didapatkan dari punksi lumbal.

Anda dipersilahkan membaca postingan di bawah ini :

Critical Illness Hidden Cost

Keunggulan Rider Critical Illness Allianz

jika anda ingin proteksi terhadap kondisi-kondisi penyakit khusus seperti ini, silahkan hubungi saya di no kontak di bawah.

 

Yessi Dian Novita

Business Executive Allianz Life Insurance

HP/WA : 08129645333

PIN BBM : 52139031

email : yessidiannovita@yahoo.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s