Yang Kita Perlu Tahu Tentang Asuransi Kesehatan

imageKesehatan adalah salah satu nikmat terbesar yang harus kita syukuri. Tetapi ada kalanya tanpa kita inginkan,  kondisi kesehatan kita menurun/sakit. Untuk memulihkan kesehatan kita perlu berobat ke dokter.

Jika sampai sakit dan harus diopname, siapa yang akan menjadi penjamin untuk membayar tagihan rumah sakit di depan kasir Rumah Sakit nanti ? ada jaminan kantorkah? uang pribadi atau asuransi ?

Jika ada jaminan dari kantor itu artinya kantor menyediakan limit pengeluaran untuk fasilitas kesehatan karyawannya. Ada juga kantor yang memberikan fasilitas asuransi kesehatan grup. Tinggal di cek, dari fasilitas dari kantor ini kita dapat apa saja, coverage kesehatannya seperti apa dan untuk siapa saja manfaat askes itu diberikan.  Jika fasilitas askes kantor sudah cukup memadai, kita  tidak usah lagi membeli asuransi kesehatan pribadi.

Jika kita tidak memiliki jaminan dari kantor atau untuk sebagian dari kita yang profesinya sebagai self employee (wirausaha, seniman, dokter dll) maka perlu persiapkan fasilitas kesehatan sendiri. Caranya yaitu dengan memiliki dana darurat yang besar dan asuransi kesehatan. Bisa memanfaatkan BPJS atau asuransi swasta, pilihannya sesuaikan dengan kemampuan keuangan kita.

Banyak penyakit yang bisa sembuh dengan istirahat, minum obat-obatan yang bisa dibeli bebas atau rawat jalan. Tetapi jika dokter menyarankan kita untuk rawat inap, itu memerlukan dana yang cukup besar. Biaya rawat inap terdiri dari biaya kamar, makanan, dokter, obat dan perawatan, tindakan medis termasuk operasi, laboratorium dll.

Ketika memilih produk asuransi kesehatan, pertimbangkan beberapa hal. Tiap-tiap Rumah Sakit berbeda fasilitasnya. Rumah sakit premium tentu berbeda fasilitasnya dengan rumah sakit biasa. Cek standar biaya kamar RS per hari.  Ini hal  penting sebagai acuan awal. Jika askes yang kita punya memiliki cover  kamar per hari Rp 250 rb, kita masuk kamar Rp 1 juta per hari, maka kelebihan biaya yang harus kita bayar diluar yang diganti/dibayar askes akan besar sekali.

Biaya opname itu yang mahal bukan kamarnya, tapi biaya ‘lain-lain’ seperti perawatan, obat, tindakan dokter dll. Biaya medis opname mengikuti biaya kamar. Makin tinggi harga kamar, biaya pun ikut naik. Pastikan mengerti coverage asuransi kesehatan kita. Perhatikan biaya kamar per  hari, sistem inner limit/lainnya, kartu (cashless) atau reimburst.

Jangan tunggu sakit dulu baru mencari asuransi kesehatan. Semua orang harus punya asuransi kesehatan.. BPJS/jaminan kesehatan nasional memiliki service terbatas. Pelayanannya bersifat basic. Contoh kasus jika ada seseorang yang pusing-pusing misalnya, ada kemungkinan terjadi penyempitan pembuluh darah di otak.  jika dia memiliki askes swasta bisa langsung melakukan pemeriksaan MRI, tapi jika dia menggunakan BPJS maka dilakukan pelayanan dasar dulu seperti cek darah, mengikuti saran/ petunjuk pelayanan BPJS yang berlaku. Bagi  anda yang terbiasa mendapat pelayanan VIP di RS Swasta sepertinya akan ada penyesuaian atas kurang  nyamannya fasilitas BPJS ini.  Maka mau tidak mau anda harus double cover dengan asuransi swasta.

Untuk anda pekerja kantoran, pada umumnya kantor menyediakan fasilitas kesehatan. Tapi jika kantor anda tidak menyediakan asuransi kesehatan yang bagus atau tidak sesuai harapan,  anda bisa melengkapi dengan askes sendiri. Nanti klaimnya sebagian-sebagian (koordinasi manfaat), tidak bisa double klaim. Untuk anda self employed harus membeli asuransi kesehatan sendiri. Untuk anda yang memiliki bisnis dengan sejumlah pekerja maka belilah asuransi kesehatan untuk sekantor. Belilah asuransi kesehatan sendiri Jika anda berencana berhenti dari pekerjaan, dan memutuskan untuk bekerja sendiri.

Untuk informasi awal, askes swasta bisa digunakan untuk rawat inap setelah melewati masa tunggu 30 hari untuk ‘sakit-sakit biasa’ seperti demam berdarah, tifus, usus buntu dll. Untuk ‘penyakit khusus’ seperti batu dalam ginjal, saluran kemih, saluran empedu, jantung dan pembuluh darah, katarak, penyakit yang berhubungan dengan telinga, hidung dan tenggorokan yang memerlukan pembedahan, diabetes melitus, tuberkulosis dan komplikasinya, gangguan kelenjar tiroid, kelainan lemak dalam darah (contoh: kolesterol), gagal ginjal kronis dan terminal, hernia nucleus pulposus dan semua kasus hematologi masa tunggunya setelah 12 bulan baru bisa klaim.

Cukupkah dengan hanya memiliki Asuransi Kesehatan saja untuk melindungi dari berbagai macam penyakit? ternyata tidak. karena Asuransi Kesehatan sebagus apapun dan sebesar apapun limitnya, tidak memberikan uang tunai daam jumlah besar, sesuatu yang sangat dibutuhkan ketika seseorang mengalami penyakit tertentu yang lebih berat yang tergolong critical Illness.

Jika seseorang terkena critical Illness,  selama akibat sakit tersebut harus di rawat inap, itu bisa dicover askes. Perlu dipertimbangkan, untuk kondisi yang tergolong critical Illness (stroke, jantung, kanker, gagal ginjal kronis, terminal illness dll) selain biaya rawat inap ada biaya-biaya lain yang jumlahnya sangat besar.

Oleh karena itu di Allianz ada produk rider yang khusus mengcover resiko akibat critical illness ini yaitu CI, CI + dan CI 100.

Beberapa pilihan Asuransi Kesehatan dari Allianz bisa anda baca di sini

saya membuka kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut terkait kebutuhan asuransi kesehatan anda dan keluarga.

 

Baca Juga :

Asuransi Kesehatan Murni, SmartMed Premier

Keunggulan Critical Illness Allianz

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s