Jangan Korbankan Polismu Teman, Jaga Jangan Sampai Lapse..

Saya mengutip tulisan seorang dokter yang juga berprofesi sebagai senior Business Partner di Allianz, Dr. Anita Jamin

Asuransi adalah hal terakhir yang bisa anda korbankan di saat ekonomi terasa berat.. Mengapa demikian ?

Kerabat saya memiliki polis asuransi, bukan mengambil dari saya, namun sayang sekali, beberapa bulan yang lalu beliau menutup polisnya dengan alasan ekonomi kurang baik dan beliau merasa sehat sehingga berpendapat untuk saat ini asuransi tidak penting.

Selang 4 bulan kemudian, saya mendapat kabar bahwa beliau terkena stroke ndan dirawat di salah satu RS di Tangerang. Awalnya ingin menggunakan BPJS, namun ternyata RS tersebut belum menerima pasien BPJS. Sehingga terpaksa biaya pengobatan menggunakan uang pribadi karena kondisi pasien tidak memungkinkan untuk pindah RS.

Awalnya saya tidak mengetahui beliau menutup polisnya. Ketika ditanya tentang asuransi yg dimiliki, barulah istrinya menceritakan..

Miris mendengarnya.. andaikata dia mempertahankan polisnya, yang saya yakin premi yang sudah disetorkan juga tidak seberapa. Sebenarnya juga secara ekonomi masih sanggup membayar preminya itu, tentu keadaannya tidak seberat sekarang..

Masalah belum berheni sampai di sini karena masih ada banyak buntutnya kebelakang akibat dari penyakit kritisnya ini. Terganggu pekerjaannya dan juga terganggu penghasilannya..

 

Ada lagi kasus lain..

Dua bulan berturut-turut ada dua kawan yang meninggal dunia karena serangan jantung. yang pertama seorang pria umur 30 tahun, masih bujangan dan gagah. Punya seorang ayah yang lumpuh karena stroke dan seorang ibu yang masih harus bekerja. Beliau juga tilang punggung bagi keluarganya. Pernah 3 kali membuka polis, dua diantaranya dengan UP 1 Milyar, sedangkan satu lagi UP hanya 150 juta. Ketika meninggal dunia, polis yang aktif hanya yang UP-nya paling kecil itu, yang lainnya lapse.

Yang satu lagi seorang pria umur 38 tahun, memiliki istri seorang ibu rumah tangga dan satu anak umur 6 tahun. Dia pernah punya polis dengan UP di atas 1 miliar. Tetapi ketika dia meninggal dunia, polisnya dalam kondisi lapse (batal, tidak aktif) sehingga hilanglah kesempatan yang ia miliki untuk memberikan warisan kepada anak-istrinya sebesar 1 milyar.

Alasan yang muncul ketika mereka membiarkan polisnya lapse adalah kesulitan keuangan. Dalam arti ada kebutuhan lain yang menurut mereka lebih prioritas untuk dipenuhi.

Maka, berpikirlah kembali sebelum menutup Polis Asuransi

Ketika pencari nafkah meninggal, hilanglah sumber penghasilan. Tidak akan mudah menemukan pengganti penghasilan yang sepadan.

Alternatif Selain Menutup Polis Asuransi

Asuransi terutama asuransi jiwa memiliki prioritas yang sangat tinggi dibandingkan banyak kebutuhan lainnya. Jika anda mengalami kesulitan keuangan, atau peningkatan kebutihan hidup sementara penghasilan tetap, ada yang bisa anda lakukan selain menutup polis.

Anda bisa mengurangi pengeluaran yang sifatnya untuk gaya hidup, seperti makan di restoran, ngopi di mall, merokok, naik taxi, beli baju baru dll. Anda bisa menurunkan premi polis hingga sesuai dengan anggaran yang ada. Jika memiliki beberapa polis untuk sekeluarga yang didominasi asuransi kesehatan, boleh dikurangi manfaat kesehatannya, atau ditutup dan dialihkan ke JKN-BPJS. Tetap pastikan pencari nafkah terlindungi  asuransi jiwa dengan UP (Uang Pertanggungan) yang memadai. Jika polis yang anda punya berjenis Unitlink, usia polis diatas 2 tahun, jika sewaktu-waktu mengalami kesulitan keuangan, anda dapat melakukan cuti premi sementara sampai kondisi keuangan membaik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s