9 Alasan Orang Tidak Memiliki TAPRO untuk Proteksi Penghasilan

Setiap orang membutuhkan TAPRO dan kadang ada tantangan tersendiri bagi seorang agen asuransi untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya TAPRO ini. TAPRO adalah sebuah program yang dapat melindungi penghasilan dari 3 resiko : sakit kritis, Cacat Tetap ( akibat sakit atau kecelakaan ), dan meninggal dunia. Beberapa alasan yang sering terlontar, seperti yang saya berikan di bawah ini :

  1. Asuransi itu Mahal

Menyisihkan penghasilan untuk asuransi kadang dirasa mahal. Padahal sering tanpa kita sadari kita kehilangan uang setiap hari yang kalau diakumulasi dalam satu bulan, jumlahnya sebenarnya setara dengan premi yang bisa memberikan manfaat proteksi yang besar.

Umumnya alokasi yang wajar  untuk premi asuransi adalah sebesar 10 % dari penghasilan kita. 10% penghasilan yang dialokasikan itu akan sangat berguna untuk mempertahankan 100% penghasilan kita kan ? kita lebih bisa beradaptasi dengan kehilangan penghasilan 10% daripada kehilangan penghasilan 100% kan ?

Premi Murah Manfaat Maksimal bisa dilihat di bawah ini :

355 ribu dapat Uang Pertanggungan 1 Milyar

600 ribu dapat Total Uang Pertanggungan >2,5 Milyar

Uang Pertanggungan 1,6 Milyar Tanpa Cek Medis Premi Hanya 875 ribu

1 juta rupiah Dapat Uang Pertanggungan > 4 Milyar

image

2. Saya lebih suka menyimpan di tempat lain.

Penting sekali memiliki rencana untuk mempersiapkan masa depan. TAPRO merupakan ‘Back Up Plan’.TAPRO bisa menjadi rencana cadangan jika sesuatu hal terjadi diluar rencana. tidak ada yang kebal dari kemungkinan terkena sakit/sakit kritis/kecelakaan/cacat/meninggal/tua, tidak bisa memilih, tidak ada yang tahu kapan terjadinya, jika salah satu terjadi butuh biaya yang sangat besar untuk melanjutkan hidup keluarga yang ditinggalkan.TAPRO bisa sangat membantu pada saat-saat seperti itu.

“Saya sudah punya banyak aset”… Apakah aset yang ada sudah bisa memberikan income rutin bulanan yang bisa memenuhi semua kebutuhan hidup dari mulai bayar listrik, bayar cicilan/hutang, bayar pendidikan anak dll ? kalau belum, maka sebenarnya TAPRO masih sangat diperlukan.

3. Saya Khawatir Salah Beli Asuransi

Itulah mengapa Saya ada. Agen Asuransi ada  untuk membantu membuat perencanaan proteksi yang tepat untuk keluarga, mengedukasi dan menjawab seluruh pertanyaan-pertanyaan.

4. Saya sudah memiliki cukup asuransi di tempat saya bekerja

Memang ada perusahaan yang memberikan asuransi untuk karyawannya. pada umumnya asuransi yang diberikan adalah asuransi kesehatan. Tapi, memiliki asuransi kesehatan saja belum cukup. Silahkan periksa lagi apa saja fasilitas yang diberikan perusahaan, yang utama adalah sudahkah anda memiliki PROTEKSI PENGHASILAN ? Proteksi Penghasilan adalah sebuah program yang dapat melindungi penghasilan dari tiga resko : sakit kritis, cacat tetap (akibat kecelakaan ataupun sakit) dan meninggal dunia.

Selain itu manfaat yang diberikan perusahaan bisa anda nikmati selama anda bekerja di perusahaan tersebut, bagaimana jika anda tidak bekerja lagi di perusahaan itu ? atau di PHK ? Maka saran saya, jangan tergantung apa yang diberikan kantor. Anda bisa menambahkan sendiri Proteksi Penghasilan untuk jaring pengaman finansial keluarga.

5. Anak-anak saya akan mengurus semua keperluan saya jika sesuatu terjadi

Tentu saja, anak-anak memiliki kewajiban untuk menjaga orang tuanya jika sesuatu terjadi. Justru oleh karena itu pula Asuransi Jiwa harus dipersiapkan oleh para orang tua untuk melepaskan beban finansial ketika musibah terjadi pada kita.

Kita tidak pernah tahu kapan waktunya, bagaimana jika pada saat itu anak-anak masih kecil-kecil, belum bisa mandiri secara finansial. Bahkan untuk mereka sendiri masih perlu banyak berjuang. Alangkah bijak jika orang tua mempersiapkan segala sesuatunya sehingga anak-anak kita tidak menjadi ‘Generasi Sandwich’. Disaat  Anak-anak kita sedang berjuang untuk mandiri secara finansial, berjuang membangun masa depan,  juga sekaligus menanggung beban finansial orang tuanya.

6. Saya masih terlalu muda untuk membeli asuransi

Saya mengerti apa yang dirasakan anak muda.  Belumlah terfikir tentang ‘pindah dunia’ ketika kita masih usia muda dan berbadan sehat. Tapi sebenarnya justru di saat usia muda itu, keluarga dihadapkan pada resiko terberat jika sesuatu terjadi pada kita sehingga menyebabkan kehilangan penghasilan. Umumnya di usia muda rata-rata baru mulai mencicil aset. Di usia muda justru belum punya Aset yang bisa menghasilkan passive income yang bisa menggantikan penghasilan. Maka justru di usia muda itulah kita butuh asuransi untuk proteksi penghasilan dengan uang pertanggungan yang besar.

7. Pasangan saya akan menikah lagi

Mungkin pasangan akan menikah lagi, banyak orang yang kemudian menikah lagi ketika ditinggal ‘pindah dunia’ oleh pasangannya. Tapi itu baru ‘mungkin’. Bagaimana jika pasangan memutuskan tidak menikah lagi, atau perlu bertahun-tahun kemudian akhirnya diputuskan untuk menikah lagi.

Pernahkah terfikir apa yang terjadi jika anda berdua (suami istri) ‘pindah dunia’ bersama dan bagaimana kehidupan anak-anak yang ditinggalkan ?

8. Asuransi saya sudah cukup

Postingan saya tentang menghitung Uang Pertanggungan yang Ideal bisa dilihat di sini

Sudahkah idealkah Uang Pertanggungan yang dimiliki saat ini ? Sudahkah kita memiliki proteksi sakit kritis dengan Uang Pertanggungan 1 Milyar ? Satu hal lagi, inflasi diam-diam menggerogoti nilai real Uang Pertanggungan kita juga. Jadi idealnya, lakukan review rutin terhadap polis-polis yang kita punya, apakah manfaatnya masih sesuai untuk kondisi saat ini ? Untuk review polis bisa dilihat caranya di postingan di sini

9. Istri saya hanya ibu rumah tangga jadi tidak memerlukan asuransi

Sesungguhnya suami akan sangat terbantu jika istrinya memiliki asuransi jiwa. Bayangkan jika semua tugas yang selama ini dilakukan seorang ibu rumah tangga kita delegasikan kepada orang lain, berapa uang yang harus disisihkan untuk itu ? Seorang ibu rumah tangga juga sebenarnya memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika kita mau hitung-hitungan. Bahkan tugas  seorang ibu rumah tangga tidak bisa dinilai dengan uang.

Bicara tentang penyakit kritis (yang merupakan bagian dari asuransi jiwa), baik laki-laki maupun perempuan sama-sama memiliki resiko tersebut. Bahkan perempuan memiliki resiko lebih besar dan jenis penyakit lebih banyak, hal ini dapat disimpulkan dari biaya asuransi penyakit kritis untuk perempuan lebih tinggi dari laki-laki.

jika seorang ibu rumah tangga terkena penyakit kritis, siapa lagi yang menanggung beban biayanya selain suami. Dan sungguh sangat memberatkan bertindak sebagai “Perusahaan Asuransi” bagi orang-orang yang kita cintai.

Ingin diskusi lebih lanjut, bisa hubungi saya di nomor kontak

Yessi Dian Novita

Business Partner ASN

HP/WA : 08129645333

email : yesidiannovita@yahoo.com

atau klik CARI AGEN ALLIANZ

 

Baca Juga :

Tapro Allisya Protection Plus untuk Rencana Waris

355 Rb dapat Uang Pertanggungan 1 milyar, Mau ?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s