Polis Asuransi Jiwa untuk Wakaf

Mengutip sebuah hadist HR Muslim,

Apabila seorang anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali karena tiga hal, yaitu :

  1. Shadaqah jariyah (Wakaf)
  2. Ilmu yang bermanfaat
  3. Anak Shaleh yang mendoakan

Kita berharap bekal amal kita cukup ketika kita berpulang nanti. kita berharap shadaqah yang kita berikan menjadi aliran pahala yang terus mengalir seperti mata air yang tak pernah kering. Kita berharap ilmu yang kita pernah bagikan kepada orang lain bisa menjadi ilmu bermanfaat dan diamalkan. Kita juga beharap anak keturunan kita menjadi anak shaleh yang mendoakan kita bahkan ketika kita sudah tiada.

Sumber amal mana yang dapat kita kontrol ?

Sedekah jariyah (Wakaf) adalah amalan yang lebih bisa kita kontrol sendiri. Kapan kita bisa lakukan, seberapa besar dan seberapa sering. Kita bisa tentukan sendiri.Berbeda dengan ilmu yang kita sebarkan, kita hanya bisa berharap semoga ilmu yang kita berikan bisa diamalkan orang lain. Sesuatu yang sangat tegantung atas kehendak orang yang bersangkutan, diluar kehendak kita. Begitu pula dengan anak shaleh yang mendoakan, kita berharap anak-anak dan keturunan kita akan terus mendoakan kita saat kita masih ada terlebih setelah kita tiada. Namun sampai kapan dan keturunan yang mana yang akan terus mendoakan kita, kita tidak tahu.

Seandainya ada harapan dan kesempatan untuk menambah amalan bahkan saat sudah tiada, maukah kita melakukannya ?

Marilah kita berpikir lebih jangka panjang, bervisi lebih akhirat. Pernahkah anda menyumbang uang dalam jumlah besar  untuk pembangunan masjid? Atau untuk panti asuhan? Atau untuk sebuah lembaga pendidikan? Atau untuk lembaga penelitian kanker? Atau untuk memodali seorang yang tengah merintis usaha keluar dari kemiskinan?

Dengan memiliki asuransi jiwa, kita bisa menyumbang uang sebesar yang bisa dilakukan orang-orang kaya dan dermawan. Asal tempat penyalurannya tepat, sedekah kita akan bernilai jariyah, yang pahalanya mengalir terus sampai hari kebangkitan.  Uang pertanggungan asuransi jiwa, mungkin 1 miliar, 500 juta, atau hanya 100 juta, akan cukup besar nilainya jika disumbangkan.

Wakaf adalah amal jariyah yang pahalanya akan mengalir terus menerus ketika kita nanti tiada. Jika sebelumnya kita bayangkan, untuk berwakaf itu biasanya kita harus memiliki dana yang cukup besar atau kita harus punya suatu aset yang bisa kita wakafkan, maka saat ini kita bisa berwakaf dengan cara yang mudah. Mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini. Kita tidak harus menunggu memiliki aset untuk kita bisa berwakaf.

Bagaimana caranya ?

Saya berikan gambaran, misal saat ini kita bisa menyisihkan uang misalnya sebesar Rp. 5 juta per bulan untuk sedekah. Jika pindah dunia di bulan ke-6 maka kita sudah bersedekah sebesar Rp.30 juta.

Ada alternatif lain, yaitu dengan berwakaf polis asuransi. Jika setiap bulan bisa menyisihkan uang misal Rp. 5 juta per bulan maka kita bs ikut berwakaf sebesar 3 M (tergantung usia). Jumlah jauh lebih besar.

Dengan Dana Wakaf yang jauh lebih besar akan banyak yang bisa dilakukan. Bisa untuk memajukan dan meningkatkan ekonomi umat,  sarana atau kegiatan ibadah, bantuan kepada fakir miskin, anak terlantar, yatim piatu, beasiswa, membantu sarana pendidikan dan kesehatan dan lain-lain yang tidak bertentangan dengan syariah dan peraturan perundang-undangan.

Semua itu membawa kebaikan bagi banyak orang dan untuk kita pribadi menjadi investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir, Insya Alloh. Dengan  umur kita yang semakin bertambah.. semoga diberikan keberkahan  dan bisa mempersiapkan  bekal yang cukup untuk pulang..

Artikel yang bisa dibaca terkait wakaf polis, bisa dibaca dibawah ini :

Wakaf Wasiat Polis Syariah Bersama Wakaf Al-Azhar (QUANTUM WAKAF)

Jika Anda tertarik dengan program wakaf polis syariah ini, silahkan hubungi saya di nomor kontak di bawah ini

Yessi Dian Novita

Business Partner ASN

Telp/WA : 08129645333

email : yessidiannovita@yahoo.com

Leave a Reply