Kenali Fund di Produk Tapro Allianz

Unitlink adalah produk asuransi dengan skema  proteksi dan investasi. Investasi adalah bagian penting dari produk unitlink

Beberapa fungsi investasi pada unitlink adalah sebaga berikut :

1. Membayar biaya-biaya asuransi

Ini adalah fungsi dasar dari unsur investasi pada unit link. Biaya-biaya asuransi unit link meliputi biaya akuisisi (dikenakan di 5 tahun pertama), administrasi, tabarru atau cost of insurance, dan biaya pengelolaan investasi.

2. Membuat premi menjadi flat

Pada unit link, pada awalnya kita membayar premi lebih besar dari biaya-biaya asuransinya. Tapi hal ini akan meringankan kita di masa depan, karena nilai investasi yang terbentuk akan membayari biaya-biaya asuransi sehingga premi menjadi flat (tetap, tidak naik) sampai akhir masa kontrak. (Contoh penggunaan fungsi ini bisa dilihat di 355 Ribu Per Bulan Dapat UP 1 M, Mau?)

3. Memperpendek masa pembayaran premi

Dengan adanya unsur investasi yang berfungsi membayari biaya-biaya asuransi, maka masa pembayaran pun bisa menjadi lebih pendek. Dengan pengaturan premi dasar dan top up yang tepat, masa bayar unit link bisa direncanakan agar cukup 10 tahun. Seterusnya proteksi akan terus berjalan bersamaan dengan berkembangnya nilai investasi.

4. Mengembangkan dana

Selayaknya investasi lainnya, investasi pada unit link pun merupakan satu bentuk pengembangan dana agar tumbuh berlipat ganda dari modal awal. Jika unit link ditujukan untuk mengembangkan dana, maka alokasi premi top up harus diperbesar.

Sekarang, mari kita mengenal lebih jauh apa saja Fund yang ada di Produk Tapro Allianz.

Fund Allianz diinvestasikan di berbagai jenis instrumen investasi seperti saham (equity), obligasi (fixed income), dan pasar uang (money market).

Tapro Syariah, Fund yang bisa dipilih yaitu :

AlliSya Rupiah Equity Fund


Tujuan Investasi

Tujuan investasi dari dana ini adalah untuk menyediakan hasil investasi maksimal dalam jangka panjang.

Strategi Investasi

Untuk mencapai tujuan investasi maka dana ini diinvestasikan 0 – 20% ke dalam instrumeninstrumen jangka pendek seperti deposito syariah, SBI syariah, SPN syariah, dan/atau reksadana syariah pasar uang) dan 80 – 100% ke dalam instrumen-instrumen saham dalam instrumen syariah berdasarkan keputusan OJK (baik secara langsung atau melalui reksadana saham syariah).

Tolak Ukur

Jakarta Islamic Index (JII)

Kategori Investasi

Investor Agresif

Tanggal Peluncuran

01 Februari 2008

Mata Uang

Rupiah

Rentang Harga Jual-Beli

5%

Biaya Manajemen

2%

AlliSya Rupiah Balanced Fund


Tujuan Investasi

Tujuan investasi dari dana ini adalah untuk mencapai pertumbuhan modal jangka panjang dengan menghasilkan pendapatan yang relatif stabil.

Strategi Investasi

Untuk mencapai tujuan investasi maka dana ini diinvestasikan ke dalam instrumen-instrumen syariah jangka pendek (seperti deposito syariah, SBI syariah, SPN syariah, dan/atau reksadana syariah pasar uang) dengan target 7.5%, dan ke dalam instrumen-instrumen syariah jangka menengah atau panjang (seperti obligasi pemerintah syariah, obligasi korporasi syariah dan/atau reksadana pendapatan tetap syariah) dengan target 40%, dan ke dalam instrumen-instrumen saham dalam instrumen syariah berdasarkan keputusan OJK (baik secara langsung atau melalui reksadana saham syariah) dengan target 52.5%.

Tolak Ukur

Kategori Investasi

Investor Moderat

Tanggal Peluncuran

25 April 2006

Mata Uang

Rupiah

Rentang Harga Jual-Beli

5%

Biaya Manajemen

2%

AlliSya Rupiah Fixed Income Fund


Tujuan Investasi

Tujuan investasi dari dana ini adalah untuk menyediakan pendapatan yang relatif stabil dengan menjaga modal untuk jangka panjang.

Strategi Investasi

Untuk mencapai tujuan investasi maka dana ini diinvestasikan 0 – 20% ke dalam instrumen-instrumen syariah jangka pendek (seperti deposito syariah, SBI syariah, SPN syariah, dan/atau reksadana syariah pasar uang) dan 80 – 100% ke dalam instrumeninstrumen jangka menengah atau panjang (seperti obligasi pemerintah syariah, obligasi korporasi syariah dan/atau reksadana pendapatan tetap syariah).

Tolak Ukur

Kategori Investasi

Investor Moderat

Tanggal Peluncuran

25 April 2006

Mata Uang

Rupiah

Rentang Harga Jual-Beli

5%

Biaya Manajemen

Tapro Konvensional, Fund yang bisa dipilih yaitu :

Smartlink Rupiah Equity Fund


Tujuan Investasi

Tujuan investasi dari dana ini adalah untuk menyediakan hasil investasi maksimal dalam jangka panjang.

Strategi Investasi

Untuk mencapai tujuan investasi maka dana ini diinvestasikan 0 – 20% ke dalam instrumeninstrumen
jangka Pendek (seperti deposito, SBI, SPN, dan/atau reksadana pasar uang) dan 80 – 100% ke dalam instrumen-instrumen saham (baik secara langsung melalui saham dan/atau melalui reksadana saham)

Tolak Ukur

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Kategori Investasi

Investor Agresif

Tanggal Peluncuran

01 September 2007

Mata Uang

Rupiah

Rentang Harga Jual-Beli

5%

Biaya Manajemen

2%

Smartlink Rupiah Balanced Fund


Tujuan Investasi

Tujuan investasi dari dana ini adalah untuk mencapai pertumbuhan modal jangka panjang
dengan menghasilkan pendapatan yang relatif stabil.

Strategi Investasi

Untuk mencapai tujuan investasi maka dana ini diinvestasikan ke dalam instrumen-instrumen jangka pendek (seperti deposito, SBI, SPN dan/atau reksadana pasar uang) dengan target 30%, ke dalam instrumeninstrumen jangka menengah atau panjang (seperti obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan/atau reksadana pendapatan tetap) dengan target 40%, dan ke dalam instrumen-instrumen saham (baik secara langsung melalui saham dan/atau melalui reksadana saham) dengan target 30%.

Tolak Ukur

30% Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) & 70% rata-rata deposito (3 bulan) dari bank Mandiri, BNI, BTN, Danamon, dan CIMB Niaga

Kategori Investasi

Investor Moderat

Tanggal Peluncuran

08 Maret 2004

Mata Uang

Rupiah

Rentang Harga Jual-Beli

5%

Biaya Manajemen

2%

Smartlink Rupiah Fixed Income Fund


Tujuan Investasi

Tujuan investasi dari dana ini adalah untuk menyediakan pendapatan yang relatif stabil dengan menjaga modal untuk jangka panjang.

Strategi Investasi

Untuk mencapai tujuan investasi maka dana ini diinvestasikan 0 – 20% ke dalam instrumen-instrumen jangka pendek (seperti deposito, SBI, SPN, dan/atau reksadana pasar uang), dan 80 – 100% ke dalam instrumen jangka menengah atau panjang (seperti obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan/atau reksadana pendapatan tetap).

Tolak Ukur

80% HSBC Bond Index & 20% Rata-rata Deposito (1 Bulan) dari BNI, BCA dan Citibank

Kategori Investasi

Investor Moderat

Tanggal Peluncuran

25 Mei 2001

Mata Uang

Rupiah

Rentang Harga Jual-Beli

5%

Biaya Manajemen

2%

Smartlink Rupiah Money Market Fund


Tujuan Investasi

Tujuan investasi dari dana ini adalah untuk memberikan perlindungan nilai pokok dan mempertahankan likuiditas yang tinggi dengan menyediakan pendapatan yang tetap.

Strategi Investasi

Untuk mencapai tujuan investasi maka dana ini diinvestasikan 100% ke dalam instrumeninstrumen jangka pendek (seperti deposito, SBI, SPN, dan/atau reksadana pasar uang) dan/atau obligasi dibawah 1 tahun.

Tolak Ukur

Rata-rata Deposito 1 Bulan dari Bank BNI, BCA dan Citibank

Kategori Investasi

Investor Konservatif.

Tanggal Peluncuran

25 Mei 2001

Mata Uang

Rupiah

Rentang Harga Jual-Beli

5%

Biaya Manajemen

1%

Yang perlu dilakukan kemudian adalah menyesuaikan pilihan investasi ini dengan tujuan, jangka waktu berinvestasi dan profil resiko yang kita miliki.

Gambarannya seperti ini,

Tipe konservatif adalah investor yang kurang menyukai risiko atau cenderung menghindari risiko. Karena mengutamakan keamanan pada dana pokok investasinya, sebagai konsekuensi, hasil investasi (return) yang akan diperoleh pemodal konservatif tidak tinggi. Produk investasi yang sesuai untuk tipe ini adalah produk kas dan pasar uang. Pilihan lainnya yang dapat memberikanreturn lebih besar adalah reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang.

Investor moderat berada di tengah-tengah antara konservatif dan agresif. Investor jenis ini mengharapkan tingkat imbal hasil yang sedang-sedang saja, tetapi stabil dan terukur. Sang moderat cenderung bisa menerima sedikit risiko kehilangan sebagian dana investasinya. Tetapi untuk jangka waktu investasi menengah dan panjang, mereka berharap dana investasinya akan kembali. Produk investasi yang cocok untuk tipe ini adalah reksa dana campuran (berisi saham dan obligasi), dan reksa dana saham dengan return relatif stabil.

Tipe agresif sering disebut risk taker atau berani menghadapi risiko. Sang agresif cenderung lebih mementingkan hasil investasi (return) dibandingkan keamanan nilai pokok investasi. Dan investor agresif ini, karena menyadari memiliki risiko investasi, mengharapkan hasil investasi (return) yang tinggi. Dengan kemungkinan risiko kehilangan nilai pokok investasi, si agresif berharap akan meraih kembali nilai pokok investasi dan keuntungan yang besar dalam jangka waktu panjang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s