Berasuransi Syariah itu Menenangkan

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Seiring kesadaran akan keislaman yang semakin meningkat, maka menjadi  sangat penting untuk mempertimbangkan apakah suatu produk keuangan itu sesuai dengan kaidah yang diyakini (syariah) atau tidak.  Islam  meliputi segala segi kehidupan manusia, termasuk juga mengatur soal muamalah. Asuransi termasuk yang harus diatur didalamnya. Ketika berasuransi tentu yang diharapkan adalah keberkahan dan menghindarkan segala sesuatu yang dilarang seperti Riba, Maysir dan Gharar.  Asuransi syariah sudah divalidasi oleh MUI dan dalam pelaksanaannya ada Dewan Syariah yang mengawasi. Dengan mekanisme ini sudah tidak lagi ada keraguan untuk berasuransi syariah.

Saya mendukung program asuransi syariah, karena saya yakin program ini sangat baik. Ini semacam jaring pengaman finansial untuk masyarakat dalam skala luas.Dalam Asuransi Syariah yang dikedepankan adalah semangat gotong royong . Akad/niatnya adalah tolong menolong sesama peserta. Peserta sepakat mengumpulkan dana kebajikan, kemudian dana ini dikelola oleh perusahaan asuransi yang terpercaya dengan pengawasan Dewan Syariah, sehingga dipastikan semuanya sesuai dengan koridor syariah. Dana Kebajikan ini akan digunakan sebagai santunan bagi anggota yang terkena musibah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Di masyarakat kita sejak jaman nenek moyang dulu sudah biasa melakukan segala sesuatu dengan bergotong royong. Jika ada tetangga yang terkena musibah, maka secara otomatis kita datang menjenguk, bertakziyah, sambil berusaha meringankan beban semampu yang bisa kita lakukan. Kita sudah terbiasa guyub. Contoh lazim di lingkungan tempat tinggal saya adalah iuran kematian. Asuransi syariah kurang lebihnya seperti itu.

Sebagai seorang muslim, kita diibaratkan seperti satu tubuh, jika bagian tubuh tertentu sakit, maka semua akan merasakannya. Berasuransi syariah juga sama, kita sama-sama menanggung beban finansial yang dialami saudara kita yang ditimpa kesusahan. Dalam lingkup kepesertaan yang besar, dalam satu negara. Iuran Tabarru (Dana Kebajikan) yang kita berikan rutin, digunakan untuk memberikan santunan kepada mereka yang terkena resiko hidup (wafat, cacat tetap, sakit kritis dan lain-lain). Tanpa kita sadari kita sudah membantu saudara kita yang tinggal di lain pulau, lain kota.. membantu mereka yang tidak kita kenal mungkin. Lingkup kepesertaannya yang sangat luas memungkinkan dengan program asuransi syariah ini banyak yang bisa terbantu, banyak juga yang bisa membantu.

Asuransi syariah memiliki Dewan Pengawas Syariah atau DPS dari MUI yang bertugas untuk mengawasi semua produk yang ditawarkan dan juga mengawasi pengelolaan investasi dananya. Asuransi syariah juga mempunyai akad yang dilaksanakan untuk tolong menolong. Dan  Investasi dana pada asuransi syariah akan terbebas dari riba.

Asuransi syariah hanya bentuk ikhtiar kita sebagai manusia. Alloh akan berikan jalan keluar atas kesulitan hidup, dan berasuransi syariah adalah salah satunya. Rezeki itu tidak mendadak turun dari langit, selalu didapat dari ikhtiar dan doa. Berasuransi syariah juga salah satu bentuk dari mengasihi sesama. Dengan berasuransi syariah, kita mengikrarkan diri untuk bisa saling tolong menolong, menolong ketika kita baik-baik saja, sekaligus juga  ditolong ketika terkena musibah yang tidak diharapkan.. semudah itu. Betapa berat beban seseorang jika segala sesuatunya ditanggung sendiri, bukankah hidup berjamaah itu dianjurkan dan akan sangat meringankan ?

Saya seorang agen asuransi, bisa merasakan betapa menyenangkan bisa melapangkan kesulitan nasabah ketika santunan yang menjadi haknya diberikan, ketika biaya rawat inapnya dibayarkan, bahkan ketika pertama kali SPAJ ditandatangan ada rasa lega dalam hati karena saya sudah satu langkah membantu nasabah saya mempersiapkan ‘dana darurat’ yang kelak jika resiko terjadi maka dia dan keluarganya akan terbantu. Yuk sama-sama dukung Asuransi Syariah.. niatkan untuk saling membantu ya ..

Salam

Leave a Reply