5 Hal Keuangan Yang Perlu Perempuan Ketahui

Apa pun profesi kita, mahasiswi, rumah tangga, wanita karir, bekerja sendiri, profesional, wirausaha, pensiunan. maka sebagai perempuan, ada 5 hal yang perlu ketahui tentang keuangan. Apa sajakah itu ?

  1. Penghasilan

Ini berlaku untuk semua profesi, lho. Baik wanita bekerja ataupun wanita yang tidak bekerja(ibu rumah tangga). Bagaimana pun juga, proses belajar menghasilkan uang ini tidak pernah bisa instan. Apa pun yang kamu kerjakan, kamu perlu belajar menghasilkan uang.

Termasuk ibu rumah tangga!

Jangan lupa. Saat menjadi ibu rumah tangga –tidak bekerja menghasillkan uang (bukan pedagang, wirausaha atau bekerja sendiri), seorang ibu rumah tangga mendapatkan nafkah dari suaminya. Maka, perlakukanlah uang tersebut sebagai penghasilan. Dengan demikian, proses mengapresiasi uang tetap terjadi. Pisahkan bagian untuk keluarga dan bagian yang memang kamu simpan sendiri.

  1. Pengeluaran

Ternyata setelah mempunyai penghasilan, besar penghasilan itu tidak penting, yang lebih penting adalah bagaimana cara kita menggunakan penghasilan kita itu.

Paling tidak, kita perhatikan kemana saja uang itu pergi, catat pengeluaran, untuk tahu bagaimana pola hidup kita yang sebenarnya.

Ada 5 kategori pengeluaran, cek apakah pengeluaran sudah sesuai dengan batasan yang tertera di bawah ini.

  • Menabung/Investasi: 10 – 30%
  • Cicilan Utang: maks. 30%
  • Pengeluaran Sosial: bebas
  • Pengeluaran Rutin: 20 – 40%
  • Pengeluaran Lifestyle: maks. 20%

Jadikan pola pengeluaran yang sehat sebagai kebiasaan, maka nanti  bisa rutin berinvestasi dan yang lebih penting, bebas belanja ataupun liburan !

  1. Kesehatan & Pensiun

Setelah mengatur penghasilan dan pengeluaran, kita perlu melindungi masa depanmu. Perhatikan fasilitas kesehatan seperti apa yang kita punya.

  • Mahasiswa: tanyakan pada orang tua apakah kamu masih dalam tanggungan kantor mereka atau ada asuransi tersendiri.
  • Ibu rumah tangga: periksa fasilitas kesehatan apa yang tersedia dari suami.
  • Wanita karir: periksa fasilitas kesehatan yang tersedia dari kantor. Jangan sampai sudah sakit dan diopname, kamu baru cari tahu berhak dapat fasilitas kesehatan seperti apa.
  • Bekerja sendiri/Profesional/Wirausaha/Pensiunan: siapkan fasilitas kesehatan sendiri dalam bentuk BPJS Kesehatan dan/atau asuransi kesehatan swasta. Untuk wirausaha, sebaiknya ini diatur dari bisnismu saja, sehingga dapat membeli fasilitas perlindungan kesehatan grup dengan biaya lebih efisien. Sementara, untuk para pensiunan, hal ini bisa juga dilakukan dengan menyediakan dana kas dalam jumlah besar (seperti dana darurat) yang disebut dana kesehatan pensiun.

Jika Resiko kesehatan ini belum tercover dengan baik, kita bisa menambah perlindungan resiko kesehatan kita dengan menambahkan Asuransi Kesehatan Tambahan dan Manfaat Proteksi Penyakit Kritis.

Sementara itu untuk pensiun, ada beberapa cara yang harus dipikirkan. Silakan pilih setidaknya salah satu cara untuk memulai. Tapi lebih baik lakukan semuanya, Mending berlebih daripada kurang, kan.?

  • Dana pensiun sendiri: investasi rutin di produk yang menghasilkan imbal hasil kumulatif (contohnya reksadana)
  • Dana pensiun dari kantor: BPJS Ketenagakerjaan dan DPLK
  • Menyiapkan aset aktif: Bisnis, properti, surat berharga.
  1. Pengelolaan Aset

Aset. Ini jarang banget dikaitkan dengan perempuan. Biasanya aset identik dengan kepemilikan laki-laki. Padahal kita juga bisa belajar mengelola aset, terutama aset aktif. Modal menyiapkan aset ini bisa dimulai dengan persiapan dana pensiun di poin no 3.

Aset aktif yang saya maksud ada 3 jenis:

  • Bisnis: Untuk kamu yang berwirausaha, jangan senang dulu. Yang saya maksudkan sebagai aset aktif adalah bisnis yang sudah bisa ditinggal, ada profesional yang mengelola dan kamu tinggal terima bagi hasil secara reguler.
  • Properti: rumah yang kamu tempati tidak termasuk properti sebagai aset aktif, ya. Properti di sini pun bukan rumah yang bisa dijual kembali. Properti sebagai aset aktif adalah properti yang disewakan, sehingga kamu bisa menerima penghasilan rutin.
  • Surat berharga: orang jaman dulu bisa pensiun dengan gajian dari bunga deposito. Sekarang sudah ada obligasi ritel yang bisa dibeli dalam pecahan lebih kecil, dan memberikan imbal hasil reguler berupa kupon obligasi. Untuk itu, sebagai investor kita perlu lho, berkenalan dengan produk pasar modal seperti saham dan obligasi.
  1. Lain-lain yang tidak kalah penting: pajak, legal, waris, zakat, proteksi dll.
  • Pajak: It’s 2016! Cepat atau lambat sistem perpajakan kita akan menggali data secara terbuka, rapihkan/bereskan SPT yang kita punya.
  • Legal:  menurut undang-undang perkawinan tahun 1974 harta dan utang yang dihasilkan saat menikah adalah milik bersama suami dan istri.  Apakah  sudah tahu apa konsekuensinya? Pernah terpikir membuat perjanjian pra nikah? Bukan hanya dengan pasangan, lho. Soal hal legal kita sering kurang perhatian. Misalnya ada utang atas nama kamu, padahal yang pakai uangnya adik. Atau ibumu punya rumah, tapi atas nama kakaknya. Ini harus dibenahi.
  • Waris: Urusan waris harus dipelajari dan perhatikan selagi masih sehat, baik fisik maupun mental. Ada 3 jenis hukum waris di Indonesia: hukum barat, hukum Islam dan hukum adat. Apakah ahli warismu akan terkena dampak dari ketiga hukum waris tersebut?
  • Zakat: untuk yang satu ini, perempuan punya peran penting lho. Ada zakat penghasilan yang harus diurus. Ada juga zakat maal (zakat harta). Kalau tidak berkomunikasi dengan baik soal daftar harta dan utang dengan pasangan, terus bagaimana  bisa tahu berapa besar zakat yang harus diurus?
  • Proteksi: selain proteksi kesehatan di poin no 3, ada juga proteksi jiwa yang perlu kita perhatikan. Untuk ibu rumah tangga, tolong cek asuransi jiwa suami. Untuk perempuan bekerja, perhatikan perhatikan asuransi jiwa dirimu sendiri. Untuk pensiunan, mungkin tidak perlu lagi asuransi jiwa sebagai perlindungan penghasilan, tetapi asuransi jiwa ini masih bisa berguna untuk ahli waris untuk mengurusi pajak, biaya pemakaman, pelunasan utang, dan sebagainya.

OK, itu tadi 5 hal keuangan yang kamu perempuan harus betul-betul kuasai.

Selanjutnya, informasi terkait  Proteksi, Asuransi Jiwa dan Kesehatan, untuk diskusi lebih lanjut mengenai Tapro Allisya Protection Plus, bisa hubungi saya di 08129645333 atau email : yessidiannovita@yahoo.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s