Tentang Manfaat Tambahan Tapro (Rider), ADDB atau TPD Ya ?

ADDB dan TPD merupakan Rider atau manfaat tambahan dalam produk Unitlink Allianz. 2 jenis rider ini bisa ditambahkan untuk memaksimalkan proteksi yang kita punya. ADDB dan TPD saling beririsan. Saat ini akan coba dijelaskan perbedaan dan persamaan ADDB dan TPD.

ADDB (Accidental Death and Disablement Benefit) adalah manfaat cacat dan meninggal karena kecelakaan.

TPD (Total Permanent Disability) adalah manfaat jika Cacat Tetap Total.

Disini ada kesamaan pada kata “CACAT.’ Pengertian cacat yaitu kehilangan fungsi, dalam hal ini yang menjadi objek cacat adalah tangan, kaki dan mata. Tangan, kaki atau  mata kehilangan fungsinya, tidak harus hilang/putus.

Cacat bisa bersifat sebagian (contoh: satu jari, satu tangan, satu kaki, satu mata), bisa juga bersifat total (dua tangan, dua kaki, dua mata, atau kombinasi dari ketiganya).

Istilah “total” pada TPD dan ADDB  menunjukkan bahwa yang mengalami cacat tetap itu adalah dua anggota tubuh (dua tangan, atau dua kaki, atau dua mata, atau satu tangan satu kaki, atau satu tangan satu mata, atau satu kaki satu mata).

Tetapi, pada ADDB cacat tetapnya bisa bersifat sebagian dan bisa juga bersifat total.

Pada TPD ada istilah “tetap” (permanen) untuk menunjukkan bahwa cacat tersebut tidak bisa dipulihkan lagi. Pada ADDB tidak disebut istilah cacat tetap, tapi dari definisinya di polis sebetulnya sama-sama harus cacat tetap juga alias tidak bisa dipulihkan. Ukuran tidak bisa dipulihkan adalah berlangsung terus-menerus selama minimal 180 hari atau 6 bulan.

Cacat bisa disebabkan kecelakaan, bisa juga disebabkan sakit. ADDB, sesuai definisinya, hanya menanggung cacat yang disebabkan kecelakaan, yang artinya cacat disebabkan selain kecelakaan, misalnya sakit, tidak ditanggung.

Sementara TPD, dari definisinya, tidak menyebutkan faktor penyebab secara khusus. Artinya, unsur penyebab tidak dipersoalkan, yang penting kondisi akhirnya cacat tetap total. Artinya lagi, cacat tetap total karena sakit atau kecelakaan sama-sama ditanggung.

Secara ringkas persamaan dan perbedaan antara ADDB dengan TPD bisa disimak pada tabel berikut.

No Keterangan ADDB TPD
1 Meninggal karena sakit Tidak ditanggung Tidak ditanggung
2 Meninggal karena kecelakaan Ditanggung Tidak ditanggung
3 Cacat tetap sebagian karena sakit Tidak ditanggung Tidak ditanggung
4 Cacat tetap sebagian karena kecelakaan Ditanggung Tidak ditanggung
5 Cacat tetap total karena sakit Tidak ditanggung Ditanggung
6 Cacat tetap total karena kecelakaan Ditanggung Ditanggung

Persamaan antara ADDB dan TPD terletak di poin 6: cacat tetap total karena kecelakaan. Selebihnya, kecuali poin 1, adalah perbedaan keduanya. Jadi, jika seseorang memiliki ADDB dan TPD, lalu ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap total, maka ia memperoleh uang pertanggungan ADDB sekaligus TPD.

Sebaliknya, jika orang tersebut lebih dulu mengalami cacat tetap total karena sakit, maka TPD cair dan setelah itu ADDB berakhir (tutup).

Selain yang disebutkan di atas, TPD memiliki alternatif definisi yang membedakannya dengan ADDB, yaitu: “tidak dapat melaksanakan pekerjaan secara normal untuk mendapatkan penghasilan”. Atau jika tertanggung tidak bekerja/pensiun, maka kriteria ini diganti dengan “tidak dapat melakukan 3 dari 5 aktivitas hidup, yaitu makan, berpakaian, mandi, beralih tempat, dan buang air.”

Untuk point 2, jika tertanggung mengalami kecelakaan menyebabkan meninggal dunia, maka Uang Pertanggungan ADDB ini cair, berikut juga Uang Pertanggungan Manfaat Dasar dan Uang Pertanggungan Rider Termlife (jika ada), maka total Uang Pertanggungan yang diberikan jadi besar.

Leave a Reply