Persiapan Dana Kesehatan untuk Masa Pensiun

Bicara tentang masa pensiun, suka tidak suka di satu titik waktu nanti kita akan memasuki usia pensiun. Usia pensiun di Indonesia pada umumnya kira-kira pada umur 56 tahun. Ibu saya seorang guru, PNS, beliau pensiun di usia 60 tahun. Pengusaha, self employee mungkin bisa lebih mundur lagi usia pensiunnya. Sebetulnya selama kita masih sehat dan masih sanggup bekerja, tidak ada usia pensiun ya ?

Tapi yang saya maksud pensiun disini adalah pada saat seseorang  sudah tidak bekerja lagi karena usianya sudah lanjut dan harus diberhentikan, ataupun atas permintaan sendiri (pensiun muda).

Kita semua ingin masa pensiun yang sejahtera. Untuk itu , ada beberapa yang harus dipersiapkan agar kita bisa pensiun dengan nyaman dan sejahtera. Selain mempersiapkan sumber dana untuk menjadi sumber penghasilan kita setelah pensiun, satu hal yang juga jangan dilewatkan adalah mempersiapkan Dana Kesehatan Pensiun.

Mengapa hal ini harus dipersiapkan ? Di usia pensiun nanti, penghasilan kita pada umumnya akan berkurang dibanding ketika kita masih bekerja, sementara pengeluaran untuk kesehatan mulai meningkat seiring pertambahan usia dan resiko sakit yang lebih meningkat dibanding ketika masih muda dulu. Fasilitas kesehatan yang diberikan perusahaan tempat kita bekerja, sebagus apapun fasilitas yang diberikan, itu akan berakhir ketika kita sudah pensiun.

Persiapan Dana Kesehatan Pensiun ini sebaiknya dilakukan sejak kita masih aktif bekerja. Ada 2 cara yang bisa dilakukan :

  1. Mempersiapkan dana yang cukup untuk kesehatan pensiun
  2. Membeli Asuransi Kesehatan dilengkapi dengan Proteksi Penyakit Kritis
  3. BPJS  dilengkapi dengan Proteksi Penyakit Kritis

Bagaimana cara mempersiapkan Dana Kesehatan Pensiun ?

Silahkan dihitung perkiraan kebutuhan Dana Kesehatan masa pensiun nanti, perhitungkan inflasi biaya kesehatan per tahun. Dari situ kita akan tahu perkiraan dana kesehatan yang menjadi target dana kesehatan pensiun nanti. Komitmen dan disiplin sangat diperlukan untuk mengakumulasi dana kesehatan pensiun ini. Caranya bisa dengan menabung, berinvestasi di reksadana, logam mulia, deposito dll sesuaikan dengan karakteristik kita sebagai investor.Umumnya kita akan membutuhkan waktu cukup lama agar target dana kesehatan pensiun ini tercapai.

Setelah masuk usia pensiun, kita bisa mencari produk asuransi kesehatan dan proteksi penyakit kritis sesuai dengan kebutuhan proteksinya, atau simpan dan kelola sendiri Dana Kesehatan Pensiunnya.  Premi asuransi kesehatan untuk seseorang di usia pensiun memang relatif lebih mahal (karena faktor usia dan kondisi kesehatan), tetapi jika kita sudah mempersiapkan dana kesehatan pensiun dengan baik, alokasi untuk premi bisa dianggarkan dari sana.

Ada beberapa pilihan Asuransi Kesehatan dari Allianz Life Indonesia yang bisa dipertimbangkan untuk seorang pensiunan.

  1. Askes Allisya Care (Askes Murni Syariah) dan Maxi Violet (konvensional)
  2. Smartmed Premier
  3. Rider Hospital & Surgical di Unitlink Allisya Protection Plus
  4. Rider CI 100, CI+, dan CIA untuk proteksi penyakit kritis di Unitlink Allisya Protection Plus

Selengkapnya bisa dibaca di SINI

Bisa juga kita manfaatkan BPJS, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, plus tambahkan proteksi penyakit kritis. Mengapa proteksi penyakit kritis harus ditambahkan meski kita sudah mempunyai asuransi kesehatan atau BPJS?

Asuransi kesehatan atau BPJS hanya memberikan penggantian biaya ke Rumah Sakit atas biaya rawat inap atau rawat jalan ketika kita sakit, tapi tidak memberikan UANG CASH yang BESAR kepada kita. Ketika kita sakit berat seperti stroke, jantung, kanker dll, yang kita sangat membutuhkan UANG CASH, untuk biaya-biaya yang jauh lebih besar ketika kita sakit berat, seperti yang tergambar pada diagram di bawah ini

criticall illness hidden cost

Kapan sebaiknya kita membeli Asuransi Kesehatan dan Proteksi Penyakit Kritis ini ?

Jika fasilitas asuransi kesehatan kantor cukup memadai, kita bisa tunda membeli asuransi kesehatan tambahan.

Jika manfaat asuransi kesehatan kantor saat ini kurang memadai, kita bisa tambahkan asuransi kesehatan sendiri. Pada saat kita harus rawat inap, kelebihan biaya RS yang tidak bisa tertutupi asuransi kantor bisa ditagihkan ke asuransi kesehatan yang lain yang kita punya.

Asuransi kesehatan dari Unitlink Allisya Protection Plus bisa terus digunakan ketika nanti kita sudah tidak bekerja lagi/masuk usia pensiun sampai usia 80 tahun. Tinggal nanti kita review Plan yang kita punya untuk menyesuaikan inflasi biaya RS yang biasanya meningkat tiap tahun.

Untuk proteksi penyakit kritis, meskipun dari tempat kita bekerja saat ini sudah diberikan asuransi kesehatan, saya sarankan untuk memilikinya SEKARANG. Di saat kita sehat, masih muda, premi lebih terjangkau. Jarang atau bisa dikatakan tidak ada perusahaan yang memberikan fasiltas Asuransi untuk Perlindungan Penyakit Kritis pada karyawannya. Kita harus mempersiapkannya sendiri.

Apa yang terjadi jika karyawan mengalami penyakit kritis yang menyebabkan kehilangan kemampuan bekerja ?

Umumnya karyawan itu akan dirumahkan/diberhentikan dari pekerjaannya. Lalu bagaimana dengan kebutuhan keluarga yang harus terus dipenuhi, sementara kita sudah tidak bisa lagi bekerja karena kondisi sakit kita ? Disitulah UANG CASH yang berasal dari Asuransi Penyakit Kritis bisa digunakan untuk menopang kebutuhan keluarga.

Proteksi penyakit kritis ini bisa digunakan sampai nanti kita masuk usia pensiun sebagai persiapan untuk memproteksi diri ketika masuk usia pensiun, tinggal nanti secara berkala bisa direview uang pertanggungannya untuk menyesuaikan dengan inflasi biaya kesehatan.

Di Allianz, kita bisa memiliki proteksi penyakit kritis dengan premi mulai Rp. 300 rb, selengkapnya bisa dibaca DI SINI

Jika saat ini sudah memasuki usia pensiun, rekomendasi produk asuransi apa yang sebaiknya kita punya ?

Saya berikan contoh beberapa ilustrasi asuransi kesehatan untuk peserta usia pensiunan

  1. Smartmed Premier 

contoh perhitungan premi Smartmed Premier suami istri usia 56 tahun, kondisi sehat, Plan C (Kamar 1 juta/hari)

IMG_3044

Tabel Manfaat Smartmed Premier Plan C

2. Allisya Care

Perhitungan Premi Alllisya Care suami istri usia 56 tahun, sehat, Plan H (kamar 1 jt/hari)

IMG_3047

3. Rider HSC

Pilihan Produk dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan, jika ingin konsultasi lebih lanjut silahkan hubungi saya di nomor kontak di bawah.

YESSI DIAN NOVITA

BUSINESS PARTNER ASN

HP/WA : 08129645333

email : yessidiannovita@yahoo.com

Atau CARI AGEN ALLIANZ

Baca juga :

Punya ‘Dana Jaga-Jaga’ untuk Kondisi Penyakit Stroke, Jantung, Kanker dll Sebesar 1 milyar, Mau ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s