Anjuran Berasuransi, Mana Dalilnya ?

Kita melihat banyak pemisalan-pemisalan baik dalam alqur’an maupun hadist, seperti di bawah ini :

Kewajiban Satu Tahun Setelah Meninggal

“Dan orang-orang yang akan meninggal dunia diantaramu dan meninggalkan istri, hendaklah berwasiat untuknya, yaitu diberi nafkah hingga setahun lamanya..” (QS. 2:240)

Demi Anak-Anak

“Dan hendaklah takut kepada Alloh orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka.” QS. An-nisaa ayat 9 (QS 4:9)

Masa Depan

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh dan hendaklah tiap-tiap diri memperhatikan apa yang dipersiapkan untuk hari esok…” Q.S Al-Hasyr ayat 18 (QS. 59:18)

Jaga Lima Sebelum Datang Lima

“muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati (al-Hadist)

Menabung untuk Ahli Waris

“Wahai Saad, apabila kamu tinggalkan keturunanmu dalam keadaan cukup jaminan hartanya adalah lebih baik ketimbang kamu meninggalkannya dalam keadaan serba kekurangan, sehingga mereka terpaksa meminta-minta kepada orang, kadang diberi kadang ditolak (Dialog Rasululloh dan Saad Bin Abi Waqash)

Bukankah itu semua berbicara tentang konsep asuransi ? Bukankah itu semua adalah anjuran-anjuran dalam Alqur’an dan hadist tentang konsep asuransi ?

 

Baca Lebih Lanjut :

Perasuransian dan Hukum Asuransi dalam Islam (Bagian ke-1)

Perasuransian dan Hukum Asuransi dalam Islam (Bagian-2)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s