Rezeki Sudah Dijamin Allah…. Buat Apa Lagi Ikut Asuransi…?!

.

Sering ada yang berpendapat “Saya tidak perlu lagi ikut asuransi….
Karena Allah sudah menjamin rezeki hambaNya….
Jika suatu saat saya meninggal….
Insya Allah, anak dan istri saya tetap tercukupi kebutuhannya.”

.

Pernyataan di atas memang benar….
Dalam Al-Qur’an dan Hadist menjelaskan bahwa setiap makhluk sudah dijamin rezekinya oleh Allah….

.

Allah berfirman….
“Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS. Huud: 6)

.

Rasulullah juga bersabda….
“Kalaulah anak adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian….
niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR. Ibnu Hibban)

.

Tapi sebagai manusia, kita pun wajib berikhtiar dan berusaha sekuat tenaga….
tidak hanya pasrah menunggu nasib….
Jika ada Allah yang memberi dan menjamin rezeki….
lalu…, kenapa Anda harus bersusah payah bekerja demi mendapatkan sejumlah uang…??
Diam saja dirumah….
menunggu uang datang menghampiri….

.

Jika ada Allah yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit….
lalu untuk apa Anda mesti pergi berobat ke dokter..?!
Diam saja dirumah, tunggulah sampai anda sehat sendiri….

.

Padahal Allah telah menjamin Nabi Muhammad SAW masuk surga….
Tapi mengapa Nabi tetap beribadah siang dan malam….
dan beristighfar sebanyak-banyaknya demi mendapatkan pengampunan Allah…??

.

Itu artinya kita harus senantiasa berikhtiar….
bukan hanya sekedar berdiam diri dan pasrah tanpa melakukan apapun….

Pernah ada suatu kejadian di zaman Khalifah Umar bin Khattab….
waktu beliau selesai shalat subuh di sebuah mesjid dan hendak pulang ke rumah untuk mulai beraktifitas….
beliau melihat seseorang yang sedang duduk di dalam mesjid dan sedang khusyuk berdzikir….
Beliau tidak menyapa orang tersebut karena takut akan mengganggu sehingga beliau meninggalkan mesjid….

Saat waktu dhuhur tiba….
Khalifah Umar kembali ke mesjid untuk menunaikan shalat dhuhur….
dan beliau masih melihat orang tersebut, dengan posisi duduk yang sama dan pakaian yang sama….
Berarti orang ini belum pernah pulang ke rumahnya dan masih menetap di dalam mesjid demikian lamanya….

Sampai tiba waktu ashar….
Khalifah Umar masih melihat orang tersebut, begitu pula hingga waktu maghrib dan isya….
Akhirnya setelah shalat isya Khalifah Umar megatakan sesuatu kepada orang tersebut….
“Keluarlah dari mesjid dan ber-ikhtiar lah…!! Karena Allah tidak pernah mentakdirkan emas itu turun dari langit.”

Saya pernah mendengar ceramah Ustadz Khalid Basalamah….
dan beliau pada waktu itu mengatakan bahwa rezeki itu ibarat sebuah pohon yang sedang berbuah….
Ada buah yang berjatuhan ke tanah dan ada buah yang menggantung di pohon…..
Maka untuk mendapatkan buah yang di atas pohon kita harus berusaha (ikhtiar)….
misalnya memanjat pohon atau memakai tangga untuk naik ke atas pohon….

Berasuransi bukan berarti kita tidak beriman kepada Allah….
Berasuransi bukan menolak ataupun melawan takdir….
tetapi berasuransi untuk merencanakan masa depan….
untuk menyempurnakan bentuk ikhtiar dan usaha kita kepada Allah….
Karena yg di asuransi kan bukanlah jiwa kita….
Melainkan nilai ekonomi kita….

Asuransi diambil bukan karena ada orang yang akan meninggal….
Melainkan karena ada orang yg harus tetap hidup….

Allah maha baik….

sumber : https://www.facebook.com/marthahidayaheka.parma/posts/1375496522473202

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s