Jika Pasangan Terpaksa Menjadi Single Parent

.

 

.

Menjadi Single Parent itu bukan pilihan yang menyenangkan… tetapi dalam hidup ujian bisa bentuknya apa saja, termasuk menjadi seorang single parent. . Berat sekali beban yang ditanggung seorang perempuan yang terpaksa menjadi seorang single parent. Beban sosial, beban ekonomi, dll. Banyak penyebab seseorang menjadi seorang single parent. Yang ingin kita bicarakan disini adalah  single parent karena pasangan meinggal dunia terlebih dahulu.

.

Saya memang tidak merasakan menjadi seorang single parent, tapi saya pernah ada diposisi sebagai seorang anak dari seorang ibu single parent. Saya ingat perjuangan ibu saya untuk menghidupi kami sekeluarga. Beliau seorang guru yang  harus juga mengajar di dua sekolah, pergi pagi pulang sore menjelang malam. Penghasilan guru saat itu hanya cukup  menghidupi kami  untuk hidup sangat sederhana. Ibu berprinsip yang penting anaknya bisa sekolah setinggi mungkin.

.

Berperan sebagai ibu sekaligus ayah butuh ketangguhan mental dan fisik,  beruntung masih ada nenek dan tante yang ikut tinggal di rumah kami sehingga ibu bisa tenang bekerja selama meninggalkan kami anak-anaknya. Berkat didikan yang baik kami tidak jadi anak broken home. Single parent dengan segala beban yg ditanggungnya sungguh berat. Seandainya beban finansial seorang single parent bisa diminimalisir tentu kehidupan akan jauuuuh lebih mudah.

.

Saya cukup sering bertemu dengan seseorang yang masih belum terbuka fikirannya tentang pentingnya asuransi untuk dirinya dan keluarganya. Kecemburuan yang tidak berdasar jika ada fikiran  kelak pasangannya ‘enak-enakan’ dengan harta yang ditinggalkan menjadi salah satu sebab orang tidak mau punya asuransi jiwa. Pemikiran yang kurang dewasa menurut saya.

.

Sebagian besar single parent karena pasangan meninggal dunia memilih untuk tidak menikah lagi. Paling tidak bukan hal yang mudah untuk menikah lagi (sebagai salah satu solusi finansial.. kalau boleh dikatakan seperti itu). Terfikirkah jika ternyata pasangan tidak menikah lagi ? Bagaimana dengan kehidupan anak-anak kelak, biaya pendidikan yang semakin hari semakin melambung tinggi ? Tidakkah ingin anak-anak kita mengenang kita sebagai orang tua yang bertanggung jawab atas hidup mereka bahkan ketika kita sudah tiada ?

.

Belum lagi jika sebelumnya pasangan  belum pernah bekerja, akan perlu banyak penyesuaian dan bukan hal yang mudah bagi seorang wanita memikul peran sebagai seorang pencari nafkah. Asuransi jiwa bisa jadi ‘sekoci’ penyelamat keluarga ketika kita tiada, bahkan ketika harta yang kita punya sudah cukup banyak. Harta yang ditinggalkan akan dibagi-bagikan untuk ahli waris sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku. Tidak seluruh harta diperuntukan kepada anak dan istri kita. Balum lagi hutang-hutang yang nanti turut diwariskan. Sudahlah beban keuangan untuk melanjutkan hidup sedemikian berat ditambah lagi tuntutan harus membayar utang-utang.

.

Sekarang ..  kita bayangkan itu terjadi pada keluarga kita, tiba-tiba pasangan kita menjadi seorang single parent. Bayangan yang terjadi pada anak-anak kita, jangan sampai mereka putus harapan untuk mengejar cita-citanya. Bayangkan orang tua kita yang masih tergantung secara finansial kepada kita anaknya, siapa lagi yang bisa membantu memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

.

Kita ingin kehidupan mereka tidak berubah.. kita ingin anak-anak ingin tetap bisa  menggapai cita-citanya setinggi yang mereka mau..meski kita tiada.. jika itu yang diinginkan, saya berikan satu solusi dengan Tapro Allisya Protection Plus seperti berikut ini :

.

Cukup sisihkan 1,2 juta per bulan, maka Allianz akan bantu siapkan dana sebesar 2,5 Milyar jika terjadi resiko pindah dunia pada tertanggung dan atau tertanggung terdiagnosa 1 dari 100 kondisi sakit kritis sesuai ketentuan polis.. plus manfaat pembebasan premi jika tertanggung mengalami cacat tetap total atau terdiagnosa 1 dari 49 kondisi/sakit kritis sesuai ketentuan polis sebelum usia 65 tahun.

.

Ilustrasinya seperti di bawah ini :

Asumsi peserta laki-laki sehat, tidak merokok, bekerja dalam ruangan.

.

Rincian manfaat :

.

  1. Jika tertanggung pindah dunia sebelum usia 85 tahun, ahli waris diberikan santunan sebesar 2 Milyar plus nilai tunai. pertimbangan saya, nilai santunan 2 milyar ini jika didepositokan dengan asumsi imbal hasil setara 5% maka perbulan ahli waris bisa dapatkan dana sebesar Rp. 8,3 juta/bulan untuk biaya hidup.

  2. Jika tertanggung terdiagnosa 1 dari 100 kondisi kritis sesuai ketentuan polis, Allianz berikan dana cash sebesar maksimal 500 juta (tergantung tahapan sakit kritisnya) yang bisa digunakan berbagai keperluan.

  3. jika tertanggung mengalami cacat tetap total dan atau 1 dari 49 kondisi/sakit kritis sesuai ketentuan polis, Allianz lanjutkan pembayaran premi sebesar 14.400.000/thn sampai usia 65 tahun.

    .

Uang 1.2 juta yang disetorkan bernilai kecil dibanding manfaat yang didapat.

Silahkan hubungi saya untuk diskusi lebih lanjut terkait kebutuhan proteksi keluarga.

.

Jika ada teman, saudara atau siapapun yang memerlukan informasi tentang ini, saya sangat hargai jika anda bisa share link artikel ini kepada teman atau saudara anda. Terima Kasih…

.

Yessi Dian Novita

Business Partner ASN

HP/WA : 08129645333

email : yessidiannovita@yahoo.com

.

atau  CARI AGEN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s