Category Archives: Asuransi Jiwa

The Blind Spot dalam Kehidupan


BLIND SPOT atau Titik buta adalah hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri.  Ketika  berkendara, ada bagian dari sekeliling kita yang tidak bisa kelihatan pada saat mengemudikan kendaraan karena beberapa alasan seperti jangkauan pandangan yang terbatas cermin, terhalang oleh muatan yang dibawa. Titik buta mobil penumpang adalah di sebelah kiri dan kanan pengemudi. Continue reading

Asuransi Meningkatkan Loyalitas

Percaya atau tidak, asuransi bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan loyalitas, baik loyalitas antara pasangan suami-istri, atau jika kita seorang pengusaha, asuransi bisa meningkatkan loyalitas  pegawai .

Tidak ada yang menyukai bicara soal musibah. Hal tersebut seperti tabu dalam masyarakat kita, karena dianggap ‘memanggil/mendoakan yang tidak-tidak’.

Bagi para wanita,  salah satu musibah yang mungkin menimpa adalah ketika pasangan meninggal dunia. Contoh kasus, apabila seorang wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga kehilangan suaminya yang merupakan pencari nafkah utama, kehilangan pasangan tentu akan berdampak sangat besar pada  kondisi ekonomi keluarga. Continue reading

Ayo Beli Polis Asuransi Jiwa Buat Suami

Seorang ibu rumah tangga, tidak bekerja, tidak punya penghasilan, waspadalah pada satu hal. Jika tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan uang, maka ibu rumah tangga tergolong sangat beresiko jika sesuatu terjadi pada sumber penghasilan utama yaitu suami.

Jika terjadi sesuatu hal, seperti meninggal dunia pada suami, maka hidup keluarga yang ditinggalkan akan mengalami masa sulit. Untuk seorang ibu rumah tangga, kembali bekerja dan memiliki penghasilan seperti suaminya tentu membutuhkan waktu, padahal kebutuhan rutin tidak bisa ditunda.

Banyak istri melarang bahkan mencegah suaminya untuk punya asuransi jiwa yang baik.. namun banyak para janda yang (bila diberi kesempatan kedua) mendukung para suaminya untuk punya asuransi jiwa yang baik.

Usia hidup rata-rata pria 68 tahun, dan usia rata-rata wanita 73 tahun. Potensi wanita menjadi janda terlebih dahulu lebih besar daripada potensi pria menjadi duda, dampaknya lebih besar apabila wanita yang ditinggalkan tidak bekerja/bukan pencari nafkah utama.
Continue reading

3 Alasan Mengapa Anda Perlu Asuransi Jiwa

Tung Desem Waringin – detikFinance

3 Alasan Mengapa Anda Perlu Asuransi Jiwa

Jakarta – Asuransi Jiwa adalah jenis asuransi yang memberi perlindungan atas kerugian finansial yang disebabkan kematian, atau orang tersebut tidak sanggup lagi bekerja. Bagi orang yang sudah menikah dan berkeluarga, asuransi Jiwa akan melindungi dan menjamin kehidupan pasangan dan keturunan bila Anda meninggal dunia.

Misalnya, Anda adalah seorang kepala rumah tangga sekaligus pencari nafkah yang memiliki anak, pihak asuransi akan mencairkan uang pertanggungan untuk menanggulangi biaya-biaya yang diperlukan agar anak dan pasangan tidak terlantar bila Anda sebagai pencari nafkah meninggal dunia.

Nah, bagi Anda yang masih menganggap asuransi Jiwa sebagai produk keuangan yang tidak penting, ketahui dulu 3 alasan mengapa Anda harus memiliki asuransi jiwa berikut ulasannya:

1. Memberikan ketenangan
Apabila sudah mempunyai asuransi Jiwa, kehidupan akan jauh lebih tenang. Anda bahkan siap menghadapi risiko finansial terburuk. Begitu pun dengan pasangan dan keturunannya.

Secara mental, mereka akan lebih siap dan tidak sangat terpukul bila tulang punggu sudah meninggal. Alasannya, setelah meninggal memiliki bekal sejumlah uang yang bisa digunakan untuk membiayai segala keperluan hidup keluarga yang ditinggalkan.

2. Mempersiapkan segala hal
Proses kematian setiap orang tidaklah sama. Ada yang sebelum meninggal ia mengalami sakit berkepanjangan. Ada pula orang yang mengalami kecelakaan dan membutuhkan pengobatan meski pada akhirnya meninggal dunia. Proses kematian seperti itu tentu membutuhkan biaya tidak sedikit. Di sinilah peran penting asuransi Jiwa.

Seluruh biaya pengobatan yang dibutuhkan akan ditanggulangi oleh perusahaan asuransi sehingga kematian tidak berdampak buruk bagi finansial keluarga. Segala rencana yang sudah disusun pun bisa berjalan lancar setelah kematian. Alasannya, uang tabungan dan seluruh aset tidak tersentuh.

3. Kematian tidak bisa dihindari
Tidak ada orang yang bisa menghindar dari kematian. Sama seperti tidak seorang pun di dunia ini yang bisa menebak datangnya kematian. Untuk itu asuransi Jiwa mempunyai kegunaan untuk melindungi keluarga jika tulang punggung keluarga meninggal dunia.Dengan perlindungan asuransi Jiwa, perusahaan asuransi akan menanggulangi seluruh biaya bahkan utang yang Anda tinggalkan.

Itulah beberapa alasan yang membuat Anda merasa perlu untuk menggunakan Asuransi Jiwa. Semoga bermanfaat

 

 

Mana yang Lebih Baik, Asuransi Atas Nama Anak atau Orang Tua ?

UP Jiwa Saja Belum Cukup

Banyak orang yang merekomendasikan pemisahan asuransi dan investasi hanya menyebut termlife (asuransi jiwa berjangka) sebagai alternatif pengganti unit link. Padahal UP jiwa saja belum cukup, terutama bagi orang usia muda dan produktif (di bawah 50 tahun). Continue reading

Prioritas Asuransi

Asuransi berfungsi menanggung hal-hal yang secara finansial tidak sanggup kita tanggung, atau akan terasa berat jika harus menanggungnya sendirian. Jika sesuatu masih sanggup kita tanggung, maka hal tersebut tidak perlu diasuransikan, atau setidaknya bukan prioritas. Continue reading

Berapa Uang Pertanggungan yang Kita Butuhkan

imageJika anda memiliki penghasilan 5 juta per bulan, berarti nilai ekonomis diri anda adalah 5 juta per bulan. Selama anda hidup dan bekerja, uang 5 juta rupiah tiap bulan akan bisa anda bawa pulang ke rumah.

Tapi bagaimana jika anda tidak ada, masihkah keluarga anda memperoleh uang 5 juta per bulan? Continue reading

Tips Memilih Asuransi Termlife

1. Hitung berapa UP yang dibutuhkan

Ada beberapa cara menghitung UP (uang pertanggungan) jiwa. Salah satunya berdasarkan suku bunga deposito, di mana jika UP jiwa disimpan sebagai deposito bank, jumlah uang yang dihasilkan dari bunganya cukup untuk menggantikan pengeluaran tiap bulan. (Pengeluaran, bukan penghasilan). Continue reading