Tag Archives: Asuransi untuk Pengganti Penghasilan

Pentingnya Perlindungan Cacat Tetap Total

 

Sumber Gambar dari sini

 

Anda bekerja keras untuk mencari nafkah agar dapat memenuhi kebutuhan hidup bulanan serta dalam pemenuhan kebutuhan mimpi besar lainnya. Namun dalam hidup selalu ada resiko yang mungkin terjadi. Contohnya seperti resiko kecelakaan serta resiko sakit yang menyebabkan kehilangan fungsi anggota tubuh sehingga tidak dapat bekerja secara nomal atau disebut cacat tetap total.

Definisi cacat tetap total adalah ketidakmampuan bekerja untuk mendapatkan suatu penghasilan lebih dari 180 hari yang disebabkan oleh kecelakaan, penyakit atau kehilangan fungsi anggota tubuh seumur hidupnya.

Berdasarkan klaim cacat tetap total di Allianz penyebab cacat tetap total adalah akibat penyakit yaitu stroke sebesar 48%, diikuti oleh kanker sebear 20%, dengan kisaran pengajuan klaim dari 23 tahun hingga usia 64 tahun.

Karena sudah tidak mampu bekerja sehingga sumber penghasilan hilang, dari manakah dana untuk membayar kebutuhan hidup ? Untuk solusi perindungan terhadap resiko cacat tetap total, tambahkanlah asuransi tambahan atau rider total permanent dissability (TPD) dalam produk asuransi jiwa unitlink.

Produk untuk perlindungan dengan usia masuk tertanggung 6 hingga 69 tahun ini memiliki beberapa keunggulan :

Pertama, Ketika tertanggung mengalami cacat tetap total karena sakit atau kecelakaan, 100% santunan cair kepada tertanggung sebagai pengganti nafkah yang hilang sehingga mimpi besarpun dapat tetap terwujud. Nilai santunan cacat tetap total yang tersedia adalah 20 juta hingga maksimum senilai 100% santunan jiwa dasar atau maksimum Rp.8 Milyar. Nilai santunan cacat tetap total tetap mengikuti ketentuan underwritting.

Untuk total permanent disability tersedia 2 pilihan :

Additional, merupakan santunan cacat tetap total yang tidak mengurangi nilai santunan jiwa dasar, contohnya apabila tertanggung mengalami cacat tetap total pada usia tertentu, 100% nilai santunan cacat tetap total cait dan apabila beberapa tahun setelahnya tertanggung meninggal dunia maka ahli waris mendapatkan 100% nilai santunan jiwa dasar.

Accelerated, merupakan santunan cacat tetap total yang mengurangi santunan jiwa dasar. Contohnya apabila tertanggung mengalami cacat tetap total pada usia tertentu, maka 100% santunan cacat tetap total cair dan apabila beberapa tahun setelahnya tertanggung meninggal dunia ,maka ahli waris mendapatkan nilai santunan jiwa dasar yang sudah dikurangi nilai santunan cacat tetap total yang sudah cair sebelumnya.

Kriteria cacat tetap total untuk tertanggung adalah :

  1. Kehilangan fungsi anggota tubuh seperti kedua mata, kedua tangan atau kedua kaki
  2. Kombinasi seperti satu tangan dan satu kaki, satu tangan dan satu mata atau satu mata dan satu kaki

Keunggulan kedua, tersedia berbagai masa perlindungan sesuai rencana keuangan.

Contohnya, jika  sampai anak lulus kuliah maka dapat memilih masa perlindungan sampai 45 atau 50 tahun.

Sampai saat pensiun  dan anak sudah mandiri, dapat memilih masa perlindungan hingga usia 55 atau 60 tahun.

Sampai usia lanjut, dapat memilih masa perlindungan hingga usia 65 atau 70 tahun.

Proses Klaim Manfaat TPD

Klaim manfaat dapat diajukan setelah melewati 180 hari terus menerus sejak menderita cacat tetap total atau berdasarkan hasil diagnosa dokter spesialis neurologi. Kecuali cacat tetap total yang mengakibatkan amputasi pada bagian sesuai yang tercantum di polis. Dimana kliam manfaat tersebut diajukan selambat-lambatnya 210 hari sejak tangga terjadinya cacat tetap total disertai dengan formulir klaim beserta bukti-bukti asli yang lengkap.

Dengan memilki asuransi tambahan atau Rider TPD,  anda dan keluarga memiliki perlindungan maksimal terhadap resiko cacat tetap total.

Tertarik dengan perlindungan cacat tetap total untuk keluarga ? hubungi saya Yessi Allianz di nomor telp/WA : 08129645333

 

Cara Ciptakan Passive Income Segera

Seberapa Pentingkah Penghasilan kita ?

Setiap orang bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Penghasilan itu tentunya digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan hidup. Namun apa yang akan terjadi bila seseorang tidak bisa lagi bekerja? Bagaimana memastikan bahwa penghasilannya akan tetap ada apapun yang terjadi?

Income / penghasilan seseorang  biasanya digunakan untuk membayar biaya rumah tangga, membayar cicilan, investasi dan proteksi.

Bila penghasilan itu penting, maka  perlu diketahui termasuk dalam kategori manakah sumber income kita saat ini.

Ada 3 macam jenis penghasilan:
1. Super active income, yakni memerlukan seseorang untuk terus menerus aktif bekerja untuk dapat menghasilkan income ini. Confohnya adalah dokter dan notaris yang baru bisa mendapatkan income jika melakukan praktek dokter atau memberikan jasa hukumnya. Biasanya masuk dalam kategori ini adalah kalangan profesional dan karyawan.
2. Active Income,  Dalam kategori ini tidak memerlukan keterlibatan 100% penuh dari seseorang, artinya beberapa tugas pekerjaan dapat didelegasikan ke orang lain namun tetap tugas-tugas penting dan vital dipegang oleh orang ini. Termasuk ke dalam golongan ini adalah para pemilik UKM dan pengusaha skala kecil dan menengah.
3. Passive income, adalah penghasilan yang didapat walaupun seseorang tidak bekerja. Di dalam kategori ini ada sistem yang bekerja sehingga seseorang akan tetap mendapatkan income meskipun dia tidak melakukan pekerjaannya secara aktif. Mereka yang memiliki aset aktif, baik itu property, paper aset atau bisnis yang sudah memiliki sistem yang baik sehingga bisa berjalan dengan sendirinya merupakan sumber Passive Income.

Termasuk yang manakah sumber penghasilan kita ?

Kebanyakan kita memiliki sumber penghasilan dari kategori 1 dan 2, sebagian besar saat ini belum memiliki Passive Income, apalagi di usia muda  biasanya sedang dalam proses membangun aset dengan harapan suatu saat nanti mendapat passive income ini.

Jika memang penghasilan sangat penting, apakah penghasilan kita itu tersebut perlu dilindungi? Jika   kehilangan penghasilan, bagaimana cara kita membayar semua tagihan, membiayai kebutuhan rumah tangga, membayar cicilan bank dll ?

Padahal ada resiko penghasilan bisa hilang. Apa saja yang bisa membuat penghasilan  hilang?

Ada 5 resiko kehidupan yang bisa mengakibatkan hilangnya penghasilan seseorang baik sementara ataupun permanen, yaitu :

1. Sakit kritis

2. Cacat

3. Kecelakaan

4. Meninggal

5. Tua

Jika terjadi resiko sakit kritis, cacat atau meninggal dunia, maka saat itu penghasilan kita akan BERHENTI. Pada saat itulah saat TERPENTING kita untuk mendapatkan passive income. Saat dimana Anda PALING memerlukan PASSIVE INCOME adalah saat dimana SUPER ACTIVE INCOME  BERHENTI.

Ada 2 cara untuk memiliki passive income yakni:
1. Build the passive income yakni dengan cara membeli aset, membeli saham, property untuk disewakan. Dibutuhkan modal yang besar dan waktu yang lama untuk membangun passive income dengan cara ini.
2. Create the passive income yakni dengan memiliki produk asuransi. Jika terjadi resiko sakit kritis, cacat tetap atau meninggal, maka tersedia passive income secara instant, simple dan mudah.

Kita mungkin tidak membutuhkan Asuransi namun kita memerlukan passive income di saat super active income  berhenti tiba-tiba karena resiko kehidupan yang tidak  dapat diduga KAPAN datangnya. Karena apapun yang terjadi, penghasilan ada ataupun tidak, biaya kehidupan keluarga akan dan harus terus berjalan.

Renungkanlah..Apa yang akan terjadi jika tiba-tiba kita tidak lagi bisa memperoleh penghasilan ?

Berapakah passive income yang perlu dimiliki untuk memproteksi  penghasilan seseorang? Hal ini tergantung seberapa besar biaya hidup yang ingin diproteksi. Tentunya semakin tinggi biaya hidup maka semakin besar pula proteksi income yang dibutuhkan.

Jika seseorang memiliki biaya hidup sebesar 10juta per bulan, maka diperlukan 2,4 milyar uang pertanggungan dengan asumsi jika terjadi resiko sakit kritis atau meninggal, uang 2.4 milyar didepositokan dengan tingkat bagi hasil setara 5% per tahun maka anda akan mendapatkan 10juta per bulan sebagai passive income .
Misalkan    sudah memiliki passive income dari hasil sewa rumah sebesar 5 juta per bulan, sisanya ingin mendapatkan passive income dari asuransi, maka  diperlukan 1,2 milyar uang pertanggungan.

Asuransi adalah alat termudah, tercepat dan tersederhana dalam “create instant passive income” untuk menggantikan super active income  pada saat paling dibutuhkan.