Tag Archives: Cari agen asuransi Allianz

Perbincangan Organ Tubuh Kita

Yessi Dian Novita, HP/WA : 08129645333, email : yessidiannovita@yahoo.com

Bergabung menjadi seorang Allianz Life Changer karena menyukai Perencanaan Keuangan, senang mengedukasi tentang asuransi agar masyarakat lebih berdaya,  S1 Institut Pertanian Bogor, tinggal di Bogor.

Postingan copas dari WAG.

Perbincangan Organ Tubuh Kita

Manusia itu jatah Glukosanya
cuman 2 sdt (sendok teh) sehari.

Tapi kita makan dari pagi, siang, sore, malam bersama teman-teman cemilan karbo lainnya.

Insulin itu akan sibuk mengolah Glukosa dari karbo yang masuk, supaya gula darah tetap dibawah 100.

Karena engga mungkin manusia ada kadar gula darahnya sampe 1000-2000-30000mg/ dl.

Karena insulin-lah, kita dapat terselamatkan dari kadar Glukosa dalam darah yang berlebihan

Glukosa yang dimasukin secara gila-gila’an akan membuat insulin yang bekerja, juga gila-gila’an!!

Akhirnya Pankreas-pun dipaksa terus menerus untuk dapat menghasilkan insulin.

Tapi karena karbo-nya engga mau berenti dimasukin sama manusia (padahal jatah tubuh hanya 2 sdt aja seharinya).

*Insulin ngomong gini * :
“Waduuh… Glukosa masuk terus nih, olah dia! Jadikan energi!!!”

Nah, mulai deh berubah tuh Glukosa jadi metabolisme, yang dipake jadi sumber energi.

Eh manusianya diem, ga mau gerak, ga mau Olahraga, ga aktif, kerjanya duduk dikantor, tiduran dirumah, boro-boro jalan, naik tangga aja pengen pake eskalator.

Sumber energi-nya ngga pernah dipake… Tapi karbo masuk terus.

Insulin jadi bingung, _
*Kemana-in lagi ni .. ? *

_”Masukin ke fat cell!
Jadikan Body fat! Jadikan lemak tubuh, trus simpen disitu,
di “gudang” penyimpanan.”_

Jadilah itu lemak gembyar-gembyor, blewer-blewer, melambai-lambai, diperut dan beberapa tempat lainnya..

Eh, tapi karbo-nya masuk terus

Insulin makin bingung.
Fat Cell udah engga mau nerima lagi.

Dia kata: _”Ogah! Gue udah cape, alihkan lagi aja ke yg lain.
Gue udah nolak!!”_

Insulin lalu ngincer ke liver, maka dialihkan-lah kesitu.

Kata liver :
“Eeh, Aku-kan cuma bisa nampung 100-150gr Glycogen aja.. _Apa-apa’an nih ngirim glukosa segini banyak??!! Over Capacity niii gw

Akhirnya Liver-pun kerja keras juga mati-mati’an, untuk berusaha mengolah Glucose yang dioper kesana.

Padahal daya tampung disana cuman sedikit, dia olah itu Glucose ke Tryglicerid.

Melalui proses de novo lipogenesis. Jadilah itu Trigleserid tinggi dan liver diselimutin oleh lemak yg namanya FATTY LIVER

_Ngeri Broo…

Liver-pun akhirnya bermasalah, sudah pasti Empedu ikut kena imbasnya, jadi deh masalah baru..
Masalah di Empedu!!

Ketika sudah BANYAK sekali problem ditubuh, Fatty Liver, Batu Empedu, TG tinggi, itu semua adalah indikasi *HYPERGLICEMIA * yg artinya itu kadar glukosa dalam darah ketinggian pisan..
_Plis deh ah..

Insulin lelah, selelah-lelah nya untuk mengolah Glukosa..

Udah bingung si Insulin..
Mau dikemanain lagi ini Glukosa?”

Tapi emang manusianya, yang ngga bisa berenti makan karbo dan masukin glukosa terus..!!

Maka insulinnya RESIST!!

Udah engga mau, udah cape, udah ngambek, sambil teriak:
“HAYATI LELAH BAAANG!!!”

BOOM!!!
Akhirnya Insulin Resistance..

Hasil dari insulin resistance iu menjadi HYPERinsulinemia, pankreasnya ngambek, ngadat, akhirnya.. Turun mesin!!

Yang Diabets type 1, Pankreas udah ngga mampu menghasilkan insulin lagi, tapi manusianya masih “maksa” in masukin karbo terus!!

Akhirnya solusinya itu, insulin disuntikin kedalam perut, biar bisa ngolah glukosa. Paksa terus!!!

Ternyata..
Betapa manusia itu senang menzhalimi dirinya sendiri..

Tuhan udah ngasih batasan.

Aturan pada manusia untuk sering menahan hawa nafsu dalam berpuasa dan makan hanya 1/3 lambung.

Yuk Mulai lah atur Pola Makan KITA

  • Moral Of The Story…

Baca postingan WA grup itu jadi ingat pengalaman pribadi.. tepatnya pengakuan ‘dosa’ heee…

Bapaknya anak-anak itu dari sejak jaman sekolah dulu, orangnya aktif dan suka olah raga. Sejak awal-awal mulai ngetrend Bike To Work, dia salah seorang yang nularin virus Bike To Work sama teman-temannya. Sampai satu titik saya berfikir dia akan selalu sehat.. sehat lagi.. sehat terus …

Saya awalnya tidak menganggap asuransi penyakit kritis itu urgent untuk suami karena kondisinya yang selalu fit saat itu. Sampai suatu saat, di suatu hari hasil Medical Check Up menunjukkan dia terkena diabetes tipe 2. Dokter bercerita, diabetes tipe 2 umumnya menyerang usia diatas 50 tahun. Tapi saat ini kecenderungannya bergeser, usia-usia 40 tahunan pun mulai banyak yang terkena. Apalagi kalau bukan disebabkan karena pola hidup yang keliru. Disitu saya nyesel karena  ngeyel dengan pendapat sendiri.. bahwa asuransi penyakit kritis itu gak penting untuk semua orang, termasuk suami. Dengan kondisinya seperti sekarang sudah tidak mungkin lagi membuka polis tambahan untuk proteksi penyakit kritisnya.

Kejadian ini berulang ketika saya membantu calon nasabah buka polis. Calon nasabah saya diminta Medical Check Up oleh Under Writting. Beliau juga merasa sehat dan tidak ada keluhan apapun hanya memang over weight. Permohonan polis asuransi jiwa ditolak perusahaan asuransi karena Hasil Medical Check Up menunjukan ada peningkatan gula darah signifikan. Sisi baiknya, dengan pengajuan ini dan proses medical check up yang dilakukan, kita jadi tahu kondisi kesehatan yang sebenarnya. Meski permohonan asuransi ditolak, saya sarankan calon nasabah saya untuk melakukan Medical Check Up lengkap dan berobat ke dokter.

Mulai saat ini mind set kita ubah. Setiap orang perlu memiliki polis asuransi penyakit kritis sedari dia sehat. Penyakit itu muncul tak terduga, kita menganggap diri kita sehat, merasa diri sudah melakukan pola hidup sehat maka akan selamanya sehat. Memiliki ‘payung’ sebelum hujan jauh lebih baik. Beli asuransi selagi Perusahaan Asuransi BELUM MENOLAK permohonan polis anda.

Punya ‘Dana Jaga-Jaga’ untuk Kondisi Penyakit Stroke, Jantung, Kanker dll Sebesar 1 milyar, Mau ?

Yessi Dian Novita 0812 9645 333

sumber gambar disini

Driver Gocar Melek Perencanaan Keuangan

Yessi Dian Novita, HP/WA : 08129645333, email : yessidiannovita@yahoo.com

Bergabung menjadi seorang Allianz Life Changer karena menyukai Perencanaan Keuangan, senang mengedukasi tentang asuransi agar masyarakat lebih berdaya,  S1 Institut Pertanian Bogor, tinggal di Bogor.

 

“Ijinkan saya membuat postingan tentang bapak di Blog saya, ya pak,” Pinta saya.

“Wah non, saya bukan siapa-siapa, saya orang kecil, sekolah aja saya gak pernah Non,” Kata Bapak Driver Gocar, sambil menyetir mobil Xenia sewaan harian untuk kendaraan yang beliau pakai sebagai seorang driver Gocar. Saya memang meminta beliau untuk antar saya ke stasiun Godangdia untuk lanjut Commuter Line kembali ke Bogor. Sepanjang jalan Stasiun Gambir ke Stasiun Godangdia beliau tak henti bercerita tentang kehidupannya. Itu menginspirasi sekali, pikir saya.

Hari itu, saya agendakan untuk bertemu 2 calon klien yang sebelumnya sudah menghubungi saya lewat WA. Sebelumnya, sekitar jam 9 pagi, saya bertemu seorang owner Klinik Kecantikan yang sudah memiliki banyak cabang di beberapa kota di Indonesia, dan siang ini saya bertemu seorang driver Gocar di stasiun Gambir.

Sebut saja Pak Denny, seorang ayah dengan 3 anak. Dibesarkan di kota Grobogan, Jawa Tengah. Kota dimana saat itu masih ada sumur-sumur minyak peninggalan Belanda, oleh masyarakat disana diambil untuk dijual dan dijadikan sumber penghasilan. Dibesarkan bersama 9 saudara yang lain. Ayahnya seorang pedagang kecil.

Sejak kecil, Pak Denny terbiasa bekerja apapun yang bisa dilakukan untuk menghasilkan uang. Kemampuan membaca dan menulis diperoleh karena ada orang yang mempekerjakannya dulu berbaik hati mengajarkan membaca dan menulis. Satu hal, meski tidak mengenyam bangku pendidikan apapun, Pak Denny rajin membaca. Tidak heran, pak Denny punya pengetahuan tentang asuransi dan investasi.

Dari penghasilannya, Pak Denny bisa menyisihkan untuk membeli reksadana. Dari cerita beliau, 2017 ini pernah bertemu dan bersalaman dengan Bpk Presiden RI Jokowi ketika Pak Denny diminta menghadiri salah satu acara oleh Panin Sekuritas sebagai salah satu wakil nasabahnya.

Pak Denny sangat faham bahwa berinvestasi untuk mempersiapkan masa depan itu penting. Pak Denny ingin masa depan anak-anaknya bisa lebih baik, bisa menjadi anak-anak yang sukses kehidupannya. Bertemu saya, Pak Denny mengutarakan keinginannya untuk membuka polis untuk beliau dan anak-anaknya. “Biarlah saya menyisihkan uang setiap hari supaya bisa membayar premi, doakan saya bisa bayar premi ini sampai nanti”, tambahnya.

Pak Denny sudah tepat, mempersiapkan kebutuhan masa depan dilakukan dengan berinvestasi sedikit-sedikit melalui reksadana, sedangkan untuk antisipasi resiko hidup dilakukan dengan memiliki polis asuransi. Proteksi dan investasi memang sebaiknya dipisahkan.

Seharian ini saya dapat pelajaran hidup dengan bertemu calon klien- calon klien yang berbeda, alhamdulillah. Lewat Blog, saya berkesempatan bisa bertemu dengan calon klien dari berbagai macam latar belakang, bermacam karakter dan sifat, dengan beragam cerita hidup, yang dari situ saya bisa belajar. Alloh maha baik..

Ini cerita pak Denny, bagaimana dengan anda ?

Selling with Value

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan WA dari seorang nasabah asuransi (kebetulan bukan nasabah Allianz), menanyakan tentang klaim asuransi. Suami beliau memiliki polis asuransi meninggal 4 tahun yang lalu, dan baru sekarang polis ditemukan.

Menanyakan apakah masih memungkinkan untuk melakukan klaim asuransi. Agen asuransi yang bersangkutan sudah tidak bisa dihubungi lagi. Saya bertanya apakah agen sebelumnya  menjelaskan tentang prosedur klaim, beliau mengatakan  kurang memahami prosedur klaim asuransi.

Pada kesempatan lain, saya menerima ajakan obrolan di line dari seorang calon nasabah juga. Beliau bersikeras ingin mendapat agen yang dekat dengan tempat tinggalnya. Dengan alasan untuk memudahkan proses klaim dll (memudahkan servicing agen pada umumnya).

Tidak ada yang salah dengan pertimbangan seperti ini,  hanya menurut saya yang paling penting adalah carilah agen yang punya integritas. Karena  di satu waktu yang lain saya juga menemukan satu nasabah yang mengaku diageni tetangga dekatnya, tapi ketika klaim agennya itu tidak membantu sama sekali karena sudah berhenti menjadi agen asuransi.

Hal-hal penting apa yang nasabah asuransi perlu tahu dan hal-hal apa saja yang penting disampaikan dan dijelaskan oleh seorang agen asuransi kepada nasabahnya?

Untuk agen, sampaikan hal-hal ini pada nasabah. Dan sebagai nasabah, jangan lupa untuk menanyakan hal-hal ini kepada agennya. Karena bisa jadi karena satu dan lain hal, agen anda tidak lagi bekerja di perusahaan asuransi yang sama.

Faham tentang hal ini akan sangat membantu anda sebagai nasabah nantinya.

  1. Manfaat asuransi
  2. Berikan saran terbaik untuk kepentingan nasabah.
  3. Pengecualian-pengecualian dalam polis.
  4. Semua hal yang terkait masa tunggu
  5. Jelaskan untuk membayar polis tepat waktu dan konsekwensi terlambat membayar premi.
  6. Prosedur klaim
  7. Asuransi adalah produk proteksi, maksimalkan untuk proteksi
  8. Nilai tunai tidak dijamin
  9. Pastikan asuransi tetap aktif (pastikan nilai tunai cukup), top up jika nikai tunai sudah tidak mencukupi lagi.
  10. Berikan no customer service Allianz dll

     

  11. Berikan no kontak anggota keluarga nasabah yang lain in case of emergency.
  12. Keep contact dengan nasabahnya, dan nasabah keep contact dengan agennya.

Beberapa catatan untuk nasabah dan calon nasabah, pada dasarnya nasabah bisa mengurus sendiri hal-hal yang terkait polisnya. Form-form yang diperlukan bisa didownload sendiri di website resmi perusahaan asuransinya. Meski agen akan membantu prosesnya, sebaiknya nasabah memahami prosedur yang terkait kepemilikan polis asuransi. Hal ini bisa minta penjelasan  langsung kepada agennya masing-masing.

Bisa difahami, sebagian besar nasabah tidak mau repot, tapi saya sarankan nasabah memiliki pengetahuan yang cukup tentang polisnya.

Beberapa catatan tentang menjadi seorang agen asuransi, menjalani profesi sebagai seorang agen asuransi  adalah suatu kehormatan karena kita dipercaya oleh klien kita untuk membantu perencanaan proteksinya, juga merupakan amanah yang harus di jaga.

Agen asuransi berbeda dengan sales lainnya, contoh sales property, sales mobil, sales obat, sales kosmetik dll. Bedanya.. agen asuransi akan melakukan servicing polis dalam waktu cukup lama, jadi tidak hanya jualan saja.

Menjadi agen asuransi itu pola kerjanya seperti konsultan, tepatnya konsultan keuangan yang memberikan solusi keuangan untuk nasabahnya.  Seperti halnya seorang  dokter,  membantu pasien mendiagnosa penyakit dan memberikan solusi berupa resep obat/treatment sedemikian rupa sehingga pasien bisa sembuh. Seperti seorang arsitek melayani kliennya untuk dibuatkan blue print design suatu bangunan yang diinginkan klien sesuai kapasitas keilmuannya. Agen yang terus  mengasah kompetensi akanbisa lebih memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah-nasabahnya.

Lakukan Selling With Value, seperti Core Valuenya Allianz maka bisnis kita akan sustain.

 

Core Value Allianz

Section Integritas Integritas

Kami menjunjung tinggi kualitas individu dan prinsip moral.

Section Menghormati Menghormati

Kami memperlakukan setiap orang secara sopan, hormat dan bermartabat.

Section Adil dan Setara Adil dan Setara

Kami memperlakukan semua orang secara setara, adil, dan dengan cara yang wajar.

Section Peduli Peduli

Kami peduli dan berempati atas ketidakberuntungan orang lain.

 

Happy Selling … selling with value

Punya ‘Dana Jaga-Jaga’ untuk Kondisi Penyakit Stroke, Jantung, Kanker dll Sebesar 1 milyar, Mau ?

Sebuah survei yang dimuat di Harian Kompas menyebutkan bahwa 85% pasien kanker dan keluarga bangkrut. Mengapa? Karena saking besarnya biaya untuk pengobatan dan perawatan kanker, bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Bahkan para artis terkenal yang sepertinya banyak uang pun tak kebal dari kebangkrutan ketika terpaksa harus mengalami penyakit berat semacam kanker dan penyakit kritis lainnya.

Ada yang harus menggelar konser musik untuk menggalang sumbangan, ada yang harus menjual rumah dan mobil, ada yang sampai bercerai dengan pasangan, bahkan ada yang saldo ATM-nya tinggal 37 ribu (tidak bisa ditarik sama sekali), plus masih dikejar-kejar penagih utang.

Jika para artis saja bisa bangkrut, bagaimana dengan kita?

Jangan lupa, dampak penyakit kritis bukan hanya soal biaya berobat di rumah sakit, tapi juga bisa mengurangi kemampuan bekerja. Jika ini terjadi pada pencari nafkah dalam keluarga, berarti keluarga tsb kehilangan sumber penghasilan.

Nah, jika besok atau lusa dokter mendiagnosa suatu penyakit yang butuh biaya ratusan juta sampai miliaran, siapkah kita dan keluarga kita?

Jika akibat penyakit berat tersebut membuat kita kehilangan produktivitas dan penghasilan, siapkah kita dan keluarga kita? 

 

Solusi: Asuransi Penyakit Kritis dari Tapro Allianz

Jika belum siap, jangan khawatir. Ada solusinya dari Allianz, penyedia asuransi penyakit kritis terbaik dan termurah di Indonesia, melindungi hingga 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai usia 100 tahun. Syaratnya, anda mengambil program ini selagi masih sehat dan punya uang.

Dengan program ini, anda tidak perlu merogoh uang 1 miliar saat dibutuhkan, tapi cukup dengan mencicil mulai sekarang premi 300 ribu per bulan (tergantung usia dan jenis kelamin), maka anda telah menyiapkan uang tunai untuk biaya penyakit kritis sebesar 1 miliar.

Ada dua produk asuransi penyakit kritis yang disarankan. Keduanya merupakan rider (asuransi tambahan) pada produk asuransi jiwa unit-link Tapro Allisya Protection Plus.

Anda boleh mengambil salah satu saja atau sekaligus dua-duanya.

  1. CI+: Menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut dengan masa perlindungan sd usia 70 tahun.
  2. CI100: Merupakan pengembangan dan perluasan dari CI+, menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai tahap yang paling parah, bisa diambil mulai usia 5 tahun dengan maca perlindungan sd usia 100 tahun.

CI+ maupun CI100 memiliki masa tunggu 90 hari dari tanggal disetujuinya polis atau dari tanggal pemulihan polis. Jadi, waktu terbaik memiliki produk ini adalah 3 bulan yang lalu. Tapi jika sekarang masih sehat, semoga belum terlambat.

Tabel Premi Asuransi Penyakit Kritis

 tabel-premi-ci-1m-dengan-payor-benefit

tabel-premi-ci-1m-tanpa-payor-benefit

Catatan:

  • UP penyakit kritis (CI+ dan CI100) bisa diambil maksimal 5 kali UP jiwa. Jadi, untuk mendapatkan UP penyakit kritis 1 miliar, UP jiwanya minimal 200 juta.
  • Untuk melengkapi perlindungan, bisa ditambahkan rider Payor Benefit, yang memberikan pembebasan premi jika pembayar premi mengalami 1 dari 49 penyakit kritis atau cacat tetap total. Jadi, selain mendapat uang pertanggungan penyakit kritis sebesar 1 miliar, pembayaran polis juga dibebaskan sd usia 65 tahun.

 

Kelebihan Asuransi Penyakit Kritis dari Allianz

  1. Menanggung hingga 100 kondisi penyakit kritis (Ci100)
  2. Menanggung mulai tahap awal (early stage) (Ci100)
  3. Masa perlindungan hingga usia 100 tahun (CI100)
  4. Klaim tidak mengurangi UP jiwa (CI+ dan CI100)
  5. Syarat survival period paling singkat. Tanpa survival period untuk CI+ dan 7 hari untuk CI100.
  6. Premi dan biaya asuransi paling murah dibanding produk sejenis di pasaran.
  7. UP penyakit kritis bisa diambil hingga 5 kali dari UP jiwa. Cocok untuk anak-anak, lajang, dan ibu rumah tangga yang secara teori tidak terlalu membutuhkan UP jiwa yang besar.

 

Jika tertarik, silahkan hubungi saya di nomor kontak di bawah ini :

 

Yessi Dian Novita

Business Partner ASN

HP/WA : 08129645333

email : yessidiannovita@yahoo.com

 

atau Cari Agen Allianz

 

Jika ada teman, saudara atau siapapun yang memerlukan informasi tentang ini, saya sangat hargai jika anda bisa share link artikel ini kepada teman atau saudara anda. Terima Kasih…

Asuransi Meningkatkan Loyalitas

Percaya atau tidak, asuransi bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan loyalitas, baik loyalitas antara pasangan suami-istri, atau jika kita seorang pengusaha, asuransi bisa meningkatkan loyalitas  pegawai .

Tidak ada yang menyukai bicara soal musibah. Hal tersebut seperti tabu dalam masyarakat kita, karena dianggap ‘memanggil/mendoakan yang tidak-tidak’.

Bagi para wanita,  salah satu musibah yang mungkin menimpa adalah ketika pasangan meninggal dunia. Contoh kasus, apabila seorang wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga kehilangan suaminya yang merupakan pencari nafkah utama, kehilangan pasangan tentu akan berdampak sangat besar pada  kondisi ekonomi keluarga. Continue reading