Tag Archives: Proteksi Penyakit Kritis

Selling with Value

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan WA dari seorang nasabah asuransi (kebetulan bukan nasabah Allianz), menanyakan tentang klaim asuransi. Suami beliau memiliki polis asuransi meninggal 4 tahun yang lalu, dan baru sekarang polis ditemukan.

Menanyakan apakah masih memungkinkan untuk melakukan klaim asuransi. Agen asuransi yang bersangkutan sudah tidak bisa dihubungi lagi. Saya bertanya apakah agen sebelumnya  menjelaskan tentang prosedur klaim, beliau mengatakan  kurang memahami prosedur klaim asuransi.

Pada kesempatan lain, saya menerima ajakan obrolan di line dari seorang calon nasabah juga. Beliau bersikeras ingin mendapat agen yang dekat dengan tempat tinggalnya. Dengan alasan untuk memudahkan proses klaim dll (memudahkan servicing agen pada umumnya).

Tidak ada yang salah dengan pertimbangan seperti ini,  hanya menurut saya yang paling penting adalah carilah agen yang punya integritas. Karena  di satu waktu yang lain saya juga menemukan satu nasabah yang mengaku diageni tetangga dekatnya, tapi ketika klaim agennya itu tidak membantu sama sekali karena sudah berhenti menjadi agen asuransi.

Hal-hal penting apa yang nasabah asuransi perlu tahu dan hal-hal apa saja yang penting disampaikan dan dijelaskan oleh seorang agen asuransi kepada nasabahnya?

Untuk agen, sampaikan hal-hal ini pada nasabah. Dan sebagai nasabah, jangan lupa untuk menanyakan hal-hal ini kepada agennya. Karena bisa jadi karena satu dan lain hal, agen anda tidak lagi bekerja di perusahaan asuransi yang sama.

Faham tentang hal ini akan sangat membantu anda sebagai nasabah nantinya.

  1. Manfaat asuransi
  2. Berikan saran terbaik untuk kepentingan nasabah.
  3. Pengecualian-pengecualian dalam polis.
  4. Semua hal yang terkait masa tunggu
  5. Jelaskan untuk membayar polis tepat waktu dan konsekwensi terlambat membayar premi.
  6. Prosedur klaim
  7. Asuransi adalah produk proteksi, maksimalkan untuk proteksi
  8. Nilai tunai tidak dijamin
  9. Pastikan asuransi tetap aktif (pastikan nilai tunai cukup), top up jika nikai tunai sudah tidak mencukupi lagi.
  10. Berikan no customer service Allianz dll

     

  11. Berikan no kontak anggota keluarga nasabah yang lain in case of emergency.
  12. Keep contact dengan nasabahnya, dan nasabah keep contact dengan agennya.

Beberapa catatan untuk nasabah dan calon nasabah, pada dasarnya nasabah bisa mengurus sendiri hal-hal yang terkait polisnya. Form-form yang diperlukan bisa didownload sendiri di website resmi perusahaan asuransinya. Meski agen akan membantu prosesnya, sebaiknya nasabah memahami prosedur yang terkait kepemilikan polis asuransi. Hal ini bisa minta penjelasan  langsung kepada agennya masing-masing.

Bisa difahami, sebagian besar nasabah tidak mau repot, tapi saya sarankan nasabah memiliki pengetahuan yang cukup tentang polisnya.

Beberapa catatan tentang menjadi seorang agen asuransi, menjalani profesi sebagai seorang agen asuransi  adalah suatu kehormatan karena kita dipercaya oleh klien kita untuk membantu perencanaan proteksinya, juga merupakan amanah yang harus di jaga.

Agen asuransi berbeda dengan sales lainnya, contoh sales property, sales mobil, sales obat, sales kosmetik dll. Bedanya.. agen asuransi akan melakukan servicing polis dalam waktu cukup lama, jadi tidak hanya jualan saja.

Menjadi agen asuransi itu pola kerjanya seperti konsultan, tepatnya konsultan keuangan yang memberikan solusi keuangan untuk nasabahnya.  Seperti halnya seorang  dokter,  membantu pasien mendiagnosa penyakit dan memberikan solusi berupa resep obat/treatment sedemikian rupa sehingga pasien bisa sembuh. Seperti seorang arsitek melayani kliennya untuk dibuatkan blue print design suatu bangunan yang diinginkan klien sesuai kapasitas keilmuannya. Agen yang terus  mengasah kompetensi akanbisa lebih memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah-nasabahnya.

Lakukan Selling With Value, seperti Core Valuenya Allianz maka bisnis kita akan sustain.

 

Core Value Allianz

Section Integritas Integritas

Kami menjunjung tinggi kualitas individu dan prinsip moral.

Section Menghormati Menghormati

Kami memperlakukan setiap orang secara sopan, hormat dan bermartabat.

Section Adil dan Setara Adil dan Setara

Kami memperlakukan semua orang secara setara, adil, dan dengan cara yang wajar.

Section Peduli Peduli

Kami peduli dan berempati atas ketidakberuntungan orang lain.

 

Happy Selling … selling with value

9 Alasan Orang Tidak Memiliki TAPRO untuk Proteksi Penghasilan

Setiap orang membutuhkan TAPRO dan kadang ada tantangan tersendiri bagi seorang agen asuransi untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya TAPRO ini. TAPRO adalah sebuah program yang dapat melindungi penghasilan dari 3 resiko : sakit kritis, Cacat Tetap ( akibat sakit atau kecelakaan ), dan meninggal dunia. Beberapa alasan yang sering terlontar, seperti yang saya berikan di bawah ini : Continue reading

Mahalnya Merawat Ginjal Rusak

imageTEMPO.CO , Jakarta: Mendengar kata cuci darah, tentu terbersit biaya yang mahal. Tapi sebenarnya berapa harga yang harus dibayar para penderita gagal ginjal ini untuk terus bertahan hidup? “Untuk cuci darah saja, rata-rata Rp 50-80 juta per tahun, tergantung rumah sakitnya,” kata Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia, Dharmeziar, dalam konferensi pers menyambut Hari Ginjal Sedunia, Rabu, 6 Maret 2013. Continue reading

Angka Kematian Penderita Jantung Masih Tinggi

imageRepublika.co.id, Palembang – Dokter ahli penyakit jantung Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang dr Rifnaldi Sp JP, mengatakan angka kematian penderita sakit jantung di Indonesia atau secara nasional masih sangat tinggi.

Continue reading

Tentang Penyakit/Kondisi Kritis

Cobalah sesekali tanya orang yang sekarang terkena stroke, apakah sebelumnya dia pernah menyangka akan terkena stroke?

Atau tanyalah orang yang sekarang harus menjalani cuci darah tiap minggu, apakah dulu ia pernah mengira akan mengalami gagal ginjal?

Ya, terkadang penyakit kritis datang seperti kecelakaan lalu lintas. Tiba-tiba dan tidak diduga. Vonis dokter terdengar seperti hantaman palu godam. Ya, karena yang bersangkutan mungkin merasa selama ini baik-baik saja. Ia ngantor tiap hari, bergaul dengan teman-temannya, bercengkrama dengan keluarganya, bahkan berolahraga secara rutin.

Penyakit kritis sebetulnya bisa dicegah. Tapi sebaik apa pun usaha kita, di zaman sekarang ini peluang keberhasilannya tidak akan 100 persen. Kita menerapkan gaya hidup sehat, lingkungan kita belum tentu mendukung. Setiap hari kita makan beraneka ragam hidangan dengan kandungan yang bermacam-macam, bergaul dengan teman-teman yang merokok, menghirup polusi udara, terjebak stres di perjalanan, terpapar sinar ultraviolet dari matahari, dan sebagainya. Semua itu terakumulasi sedikit demi sedikit dalam tubuh kita, dan masing-masing menyumbang peran bagi menurunnya tingkat kesehatan kita. Bisa jadi ujungnya adalah penyakit kritis yang kita tidak sangka-sangka itu. Bisa jadi juga tidak. Tapi satu yang patut disadari, munculnya salah satu dari penyakit kritis bukanlah hal yang mustahil.

“Saya sudah punya askes dari kantor.”

Oke. Tapi askes ada limitnya, dan biasanya askes kantor tidak berdaya menghadapi tagihan penyakit kritis. Askes berguna untuk penyakit umum (batuk, pilek, tifus, DBD) tapi tak akan berdaya untuk penyakit khusus (stroke, jantung, kanker, hepatitis, tumor otak [walaupun] jinak, parkinson, meningitis). Kita memerlukan proteksi yang lebih bertenaga dibanding asuransi kesehatan.

Sebelum anda memutuskan perlu tidaknya mengambil proteksi penyakit kritis, cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

  1. Apakah anda sehat? Benar-benar sehat?
  2. Apakah anda tidak punya satu pun keluhan penyakit, terutama dari jenis yang jangka panjang?
  3. Apakah perut anda tidak makin buncit? (Bandingkan keadaannya dengan perut anda lima tahun ke belakang)
  4. Apakah berat badan anda normal dan anda akan bisa menjaganya tetap seperti itu?
  5. Apakah anda tidak merokok, minum minuman beralkohol, dan semacamnya?
  6. Apakah teman-teman/pergaulan anda tidak merokok?
  7. Apakah orang-orang di rumah anda tidak merokok?
  8. Apakah lingkungan tempat tinggal anda sehat (bukan daerah kumuh, bukan kawasan pabrik, cukup udara segar, dll)?
  9. Apakah orang-orang yang termasuk kerabat sedarah, yaitu orangtua, kakek-nenek, paman-bibi, dan saudara kandung, tidak ada yang pernah mengalami penyakit kritis?
  10. Apakah pekerjaan anda memungkinkan tubuh anda relatif bergerak sehingga otot-otot anda mendapat cukup ruang dan waktu untuk bergeliat?
  11. Apakah setiap harinya anda terhindar dari polusi udara dan kemacetan di perjalanan?
  12. Apakah anda jarang stres, baik karena masalah pekerjaan, rumah tangga, pergaulan, ataupun kemacetan?
  13. Apakah setiap harinya anda tidak mengonsumsi makanan yang mengandung bahan-bahan kimia seperti 4P (penyedap, pewarna, pengawet, pestisida)?
  14. Apakah cara makan anda tidak berlebihan, yang bisa berakibat pada menumpuknya kadar gula darah, kolesterol, ataupun asam urat?
  15. Apakah anda selalu makan masakan rumah bikinan sendiri, dan tidak pernah atau jarang sekali makan dan jajan di luar?
  16. Apakah anda suka berolahraga dan rutin melakukannya?
  17. Apakah anda rutin memeriksakan kesehatan anda (general check up)?

Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut jawabannya “ya”, maka okelah anda tidak mengambil proteksi penyakit kritis. Tapi jika beberapa di antaranya anda jawab “tidak”, sebaiknya anda waspada. Tetap berdoa semoga jantung dan darah anda baik-baik saja sampai tua. Tetap menjaga kesehatan dengan cara apa pun yang anda bisa. Pada saat yang sama, siapkan sejumlah dana (boleh kumpulkan sendiri atau lewat asuransi) untuk membayar dokter kalau-kalau kelak sakit kritis menimpa.

Jika anda ingin memiliki asuransi yang menyiapkan dana kalau-kalau kelak sakit kritis menimpa, silahkan klik di sini

 

Baca Juga :

Mengubah Nasi yang Sudah Menjadi Bubur

Satu yang Terpenting : Melindungi Penghasilan Keluarga